Pilkades Dua Desa Terancam Ditunda

by

DEMAK- Desa Jogoloyo Kecamatan Demak Kota dan Desa Surodadi Kecamatan Sayung, bakal tak bisa mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap pertama, 9 Oktober mendatang.

Pilkades di kedua desa itu tertunda, karena di masingmasing wilayah hanya ada satu pendaftar. Informasi tersebut diperoleh dari panitia pilkades tingkat kabupaten, setelah dilakukan penetapan di tingkat desa, Kamis (29/9), pukul 14.00. Sehari sebelumnya, Sekda Singgih Setyono, usai rapat koordinasi Fokompinda di pendapa kabupaten, mengakui telah menerima laporan secara lisan, terkait pengunduran diri beberapa bakan calon kepala desa di dua desa tersebut. ”Di Desa Surodadi, dua bakal calon kades yang kebetulan ayah dan anak, mengundurkan diri. Informasi yang kami terima, pengunduran diri tersebut disampaikan ke panitia desa, baru secara lisan,” kata Sekda didampingi Kabag Pemerintahan Umum, Edy Suntoro.

Begitu pula dengan Desa Jogoloyo, hanya satu bakal calon yang bertahan. Sesuai aturan, pemilihan kades bisa digelar, asalkan jumlah calon minimal ada dua orang. Dengan demikian dua desa ini, terancam tidak bisa ikut pilkades serentak tahap I. Sejauh ini belum ada sanksi terhadap bakal calon kades yang mundur sebelum penetapan. ”Sanksi yang diatur, hanya pengunduran diri setelah penetapan, berupa denda Rp 500 juta. Tetapi kejadian ini menjadi pengalaman untuk tahapan pilkades ke depan, agar bisa diakomodasi dalam bentuk peraturan,” imbuhnya.

Sekda berharap panitia pilkades di tingkat desa, menjalankan tahapan sesuai aturan yang telah dibuat. Terkait informasi masih adanya pemilih yang belum terdaftar setelah penetapan DPT, panitia dilarang membuat DPT tambahan.

Hal ini karena panitia desa telah diberi kelonggaran waktu untuk mendata dan memasukkan calon pemilih ke dalam DPT. Bila ada pihak yang tidak puas atau akan memperkarakan persoalan itu ke PTUN, pihaknya tidak merasa khawatir.” Siapa pun yang menggugat ke PTUN, kami siap layani. Tapi bukan berarti kami menantang,” tandasnya.

Tetap Ikut

Sementara itu, Camat Mijen Agung Widodo, mengatakan di wilayahnya, pengunduran diri bakal calon kades sebelum hari penetapan, hanya terjadi di Desa Bermi.

Hal itu karena satu dari tiga bakal calon kades, pernah tersangkut pidana dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun. Meski begitu Desa Bermi tetap bisa ikut pilkades tahap I, lantaran masih ada dua orang pendaftar yang kini telah ditetapkan sebagai calon kades. Terpisah Kapolsek Sayung AKP Budi Rahmadi, menyebutkan dari 19 desa peserta pilkades serentak, hanya satu yang terancam tertunda yakni Desa Surodadi. ”Desa Surodadi sebelumnya memiliki tiga orang bakal calon kades. Tapi satu hari menjelang penetapan, dua orang mengundurkan diri secara resmi.

Di Kecamatan Sayung, mekanisme penetapan calon kades dilakukan melalui dua cara yakni diumumkan langsung dan tidak langsung. Penetapan secara tidak langsung terjadi di tiga desa yakni Sayung, Sriwulan dan Kalisari. Di tiga desa itu, balon kades yang ditetapkan sebagai calon menerima pengumuman lewat surat dengan alasan faktor keamanan. Selanjutnya, di Desa Sidogemah, memiliki jumlah calon kades terbanyak sebanyak lima orang. Sebelumnya, ada enam orang pendaftar di desa tersebut. Tapi setelah pihak panitia desa melakukan seleksi diperoleh lima orang yang lolos dan ditetapkan sebagai calon kades. (J9-63)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *