Pertamax Turbo Dipasarkan di Jateng-DIY

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, kecirit.com – PT Pertamina (Persero) meluncurkan produk terbarunya, Pertamax Turbo di wilayah Jateng dan DIY.

Di tahap awal peluncuran, bahan bakar yang dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF) ini baru tersedia di 38 SPBU untuk Jateng, dan 3 SPBU di DIY. Produk yang diproyeksikan menggantikan Pertamax Plus ini dilepas ke pasaran dengan harga Rp 8.800 per liter.

“Sebelumnya sudah diluncurkan di Jakarta dan Surabaya. Sekarang kami kenalkan di Yogyakarta, dan sementara tersedia di tiga SPBU yakni Lempuyangan, Adisutjipto, dan Jalan Magelang,” kata General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Kusnendar, Jumat (28/10).

Sejak dipasarkan pada akhir September 2016, sejauh ini respon masyarakat cukup baik. Per harinya, angka penjualan mencapai 2,5-3 kiloliter. Ke depan, Pertamina akan mengembangkan outlet penjualan untuk memudahkan masyarakat memperoleh produk tersebut.

Kusnendar menerangkan, sebelum masuk di Indonesia, Pertamax Turbo telah dijual di Eropa dengan harga 0,22 euro per liter. Produk ini merupakan bahan bakar berkualitas tinggi dengan RON 98 yang utamanya diperuntukan kendaraan kelas supercar.

Untuk memantapkan kelas segmentasi pasar, proses pengujian bahan bakar ini dilakukan dalam kejuaraan Lamborghini Blancpain Supertrofeo Series. Selain sisi performa yang unggul, Pertamax Turbo juga ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi gas buang.

“Perkembangan teknologi mesin kendaraan kini semakin canggih, sehingga dibutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi untuk mengimbangi tekanan kompresi mesin. Pertamax Turbo ini cocok bagi kendaraan dengan perbandingan kompresi lebih dari 12,” ujarnya.

Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto optimis kehadiran Pertamax Turbo akan mendapat respon positif, khususnya dari komunitas masyarakat pengguna supercar atau motor dengan kapasitas mesin yang besar.

“Produk ini bisa menjadi varian tambahan bagi konsumen untuk memperoleh BBM yang berkualitas. Terkait pemasarannya, kami akan lihat dulu prospek dan tentunya disesuaikan dengan kondisi tiap-tiap SPBU,” katanya.

(Amelia Hapsari/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)