Pernah Berjaya di Luar Negeri, 5 Pemain Indonesia Ini Kabarnya Sekarang Mengejutkan

by
Pernah Berjaya di Luar Negeri, 5 Pemain Indonesia Ini Kabarnya Sekarang Mengejutkan

Bisa bermain di luar negeri bagi pemain Indonesia tentu sebuah pencapaian yang luar biasa. Selain diakui oleh dunia mereka juga dapat mengembangkan kemampuannya dalam bermain bola. Namun, langkah mereka harus tetap diimbangi profesionalitas agar nantinya tidak malah gagal di sana. Banyak kasus pemain Indonesia malah melempem saat bermain di luar negeri.  INFO SPECIAL

Bahkan, derita mereka bertambah saat kembali ke negara asalnya. Seperti yang kita tahu, banyak pemain jebolan luar negeri sangat kesulitan mendapatkan menit bermain. Dan ada juga yang harus mengahkiri karir sepak bolanya lebih cepat. Kasus Irvan Museng adalah bukti bagaiman kisah mirisnya para alumni luar negeri yang kembali di Indonesia. Lantas siapa saja mantan pemain Indonesia di luar yang gagal. Simak ulasannya berikut. BERITA UNIK

Artur Irawan jebolan Espanyol yang berakhir kegagalan

Kabar dirinya mampu bermain di Espayol tentu membuat banyak orang menaruh harapan padanya. Pemain berdarah Tionghoa ini bahkan sempat juga mencicipi kerasnya liga Belgia. Di tengah kisutnya sepak bola melihat Artur bermain di klub Spanyol seperti membawa air di padang gurun. Ekspetasi berlebih itu pun saat ini menjadi kisut, karena bakat besarnya menjadi kabur semenjak main di Indonesia. TIPS KESEHARIAN



Menginjakan kaki pertama kali bermain untuk Timnas saat adanya dualisme. Karir Artur terus menurun setelah itu, bermain tim besar Indonesia seperti Persija lalu Pusammania tidak membuatnya kembali kepada kehebatannya, malah dia gagal untuk bermain baik dan akhirnya banyak menjadi cadangan. Bahkan dirinya harus rela untuk ikut trial bersama pemain dari daerah untuk mendapatkan tim.

Ilham Jaya Kusuma penyerang maut harus cedera parah

Aksi penyerang maut ini memang bukan isapan jembol belaka. Hal tersebut dibuktikan dengan beragam gelar top skore yang pernah di dapatkannya. Piala Tiger 2004 tentu merupakan pucak karir pria asal Palembang ini, aksi hebatnya dengan Boaz Salousa membuatnya mampu membawa timnas mencapai final pada ajang  tersebut.



Kegemilanganya membuat Ilham di lirik tim MPPJ Selangor. Berkarir di Liga Malaysia tidak membuatnya dapat mengulangi kehebatan Piala Tiger. Cedara lutut parah adalah penyebab mantan penyerang Persita ini berada pada titik nadir. Kepulangannya ke Indonesia pun tidak membantu karirnya untuk bersinar. Beberapa club lokal menjadi pelabuhannya saat di Indonesia, tapi tidak banyak membantunya dan sampai akhirnya namanya raib bagaikan ditelan bumi.

Yandi Sofyan bakatnya tidak pernah terdengar lagi

Mampu bermain di Australia tentu merupakan hal jarang yang didapatkan oleh pemain Indonesia. Bahkan Yandi Sofyan merupkan salah satu pemain yang pernah bermain di sana. Bermain mejanjikan bersama Brisbane Roar dengan mampu menyumbang beberapa goal. Namun, bagai mengulangi berbagai cerita tadi, pria asal Garut juga mengalami kemunduran saat kembali ke Indonesia.



Dimulai dari panggilan timnas tidak didapatkannya lagi, padahal digadang sebagai bakat hebat Indonesia. Lalu, pemain ini juga sangat akrab hanya duduk bangku cadangan tim yang pernah dibelanya seperti Persib dan Bali United sekarang. Kemrosotan ini tentu membuktikan bahwa sebuah pencapainya tidak harus terus dibanggakan. Apalagi bakat Indonesia yang terus bermunculan tentu dapat menjadi pesaing untuk setiap pemain.

Okto Maniani bakat besarnya harus rela tenggelam

Tanah papua merupakan tempat bakat sepak bola Indonesia terus bermunculan. Dari mulai Pahabol, Boaz, Erol Iba dan yang terbaru Osvaldo Hay. Bagaikan udara kehebatan pemain asal Indonesia timur itu tidak ada habisnya. Begitu juga dengan Okto Maniani pemain yang terlihat beberapa kali membintangi dunia Sinetron ini, dulunya juga memiliki karir bermain di Liga Timor Leste.



Tawaran dari klub Timor Leste merupakan sebuah anugrah di tengah sepak bola Indonesia yang berhenti saat itu. Bermain moncer bersama Tibo dan Boaz tidak membuatnya lama di sana. Karena saat itu kompetisi negeri kita mulai aktif. Namun, aksi gemilangya di luar negeri tidak membuatnya bersinar di Indonesia. Kurang profesionalnya Okto membuat karir sepak bola terus terjun ke bawah.

Syamsir Alam bakatnya tenggelam gemerlap dunia hiburan

Pada usia mudanya tentu banyak orang yang meramalnya sebagai pemain besar di kemudian hari. Postur tinggi memiliki tendangan bagus, ditambah karir luar negerinya yang mampu bermain DC United tentu adalah hal hebat yang diagungkan orang terhadap mantan captain timnas ini. Namun cerita hebat itu saat ini berbalik 360 derajat, dirinya kini memilih jalan menjadi artis.



Meskipun sempat bermain untuk beberapa tim papan atas, hal tersebut tidak mengembalikan performanya di atas lapangan. Bahkan, Syamsir saat ini sangat kesulitan untuk mendapatkan tim sepak bola untuk diperkuatnya. Membuat dirinya terlihat lebih menggeluti dunia ke artisan, dari pada bersentuhan dengan si kulit bundar. Kisah miris ini tentu menambah deretan pemain Indonesia yang pernah bermain di luar negeri tapi akhirnya meredup.

Bermain di luar negeri tentu bukan jaminan untuk pemain sepak bola dapat berbicara banyak saat kepulangannya. Iklim sepak bola yang hampir 50 % berbeda tentu membuat banyak pemain ini kesulitan untuk beradaptasi. Selain itu bakat Indonesia yang selalu bermunculan membuat peluang mereka semakin sempit dan tak ayal membuat mereka banyak yang tersingkir. Namun, kita harus bangga dengan beberapa pemain ini karena berkat mereka sepak bola Indonesia lebih dikenal. Dan kita doakan untuk pemain kita saat ini di luar dapat berjaya.