Perkumpulan Tembang Jiwa Semarang Helat Festival Suro untuk Pemuda

by
Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Budi Wibowo membuka acara dengan membacakan sambutan dari Gubernur Ganjar Pranowo.(Foto: kecirit.com/dok)

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Budi Wibowo membuka acara dengan membacakan sambutan dari Gubernur Ganjar Pranowo.(Foto: kecirit.com/dok)

SEMARANG, kecirit.com – Perkumpulan Tembang Jiwa Semarang menggelar Festival Suro di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (22/10)-Minggu (23/10). Gelaran yang diisi dengan bermacam kesenian untuk anak muda tersebut disambut baik oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutan Gubernur Jateng yang dibacakan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Budi Wibowo, Sabtu (22/10), Pemprov menilai kegiatan semacam ini harus dilestarikan.

“Event ini adalah wadah kreativitas anak muda yang tidak melupakan budaya lokal. Acara ini juga kesempatan bagi seniman lokal untuk menunjukan eksistensinya. Ini juga potensi wisata budaya yang harus kita garap dan kembangkan, event seperti ini harusnya lebih sering dibuat,” tutur Budi.

Budi juga berharap hal tersebut mampu menjadi senjata andalan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Semarang. “Solo dan jogja harus menjadi contoh buat kita, setiap weekend selalu ada event menarik wisatawan sekaligus sebagai ajang unjuk gigi masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutan Gubernur meminta agar promosi harus lebih baik dan kreatif. “Promosi harus lebih jos, saya siap woro-woro kepada masyarakat baik dalam dan luar negeri. Sosial media dan website resmi pemprov selalu siap digunakan,” pungkasnya yang diikuti tepuk tangan penonton.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Tembang Jiwa Aris Kurnianto, mengaku siap untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam mengembangkan kesenian daerah. “Awal didirikan memang tujuan perkumpulan ini untuk mengajak berbagai perkumpulan seni yang ada untuk kerja bareng, ya pentas bareng, buat event bareng. Dinamakan tembang jiwa karena kesenian itu kan dari dalam, manifestasi jiwa manusia, bentuknya bisa bermacam-macam,” jelas Aris.

Pentas seni pada hari pertama dimeriahkan oleh berbagai macam kesenian dari lokal Jateng dan siswa SMA. Mulai dari rampak kendang, rebana modern, fashion show siswa SMA, musik kontemporer, hingga musikalisasi puisi, mampu menyedot ratusan penonton. Tak ketinggalan stand up comedy dan keroncong yang semakin memeriahkan acara.

Grup accapella Awan “X-Factor” turut dihadirkan untuk menggaet penonton di malam minggu. Acara ini diramaikan juga dengan puluhan stan termasuk stan seniman keris. Rangkaian acara berakhir pada Minggu (23/10) siang.
(Fadhil Nugroho/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...