Perda Tata Ruang Kota Semarang Butuh Kepastian Hukum

by
Diskusi Prime Topic tentang Menyelaraskan Tata Ruang Kota Semarang di Rinjani View, Semarang. (Foto: kecirit.com/Nugroho Wahyu Utomo) .

Diskusi Prime Topic tentang Menyelaraskan Tata Ruang Kota Semarang di Rinjani View, Semarang. (Foto: kecirit.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, kecirit.com – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, bahwa Perda no. 14/2011 tentang tata ruang kota Semarang telah menjadi bahasan di pansus.

“Intinya, bahwa pelaksanaan perda itu juga harus mendapat dukungan walikota. Apalagi persoalan tata ruang yang terjadi di kota Semarang cukup banyak. Seperti kondisi lingkungan kota yang mengalami degradasi. Perubahan fungsi daerah tangkapan air. Juga sistem drainase yang butuh perhatian,” kata Agung Budi Margono dalam Diskusi Prime Topic dengan tema: Menyelaraskan Tata Ruang Kota Semarang, di Rinjani View, Semarang, Senin (31/10).

Dia menambahkan, bahwa kendalanya adalah pemkot belum mengimplementasikan perda ini. “Jadi agar kesepakatan dalam perda ini tidak disalahi, maka butuh kepastian hukum,” jelas Agung Budi Margono.

Pernyataan Agung Budi Margono, mengundang tanggapan dari Kabid Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur Kota Semarang M Farchan.

Farchan mengatakan, bahwa aturan penataan ruang belum disepakati. Apalagi pihaknya, telah mewujudkan Ruang Terbuka Hijau sebagai implementasi perda itu.

“Dalam kurun waktu lima tahun, setiap kecamatan dibangun satu taman. Selain itu juga penanganan kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) dan sungai – sungai sekitarnya, yang menjadi bukti ada upaya penanganan drainase kota Semarang,” jelas M Farchan.
(Nugroho Wahyu Utomo/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *