Peradi dan IKAPI Imbau Anggotanya Ikut Tax Amnesty

by
Foto: kontan

Foto: kontan

JAKARTA, kecirit.com – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia (IKAPI) mengimbau anggotanya untuk ikut menyukseskan program tax amnesty pemerintah berdasarkan Undang-Undang No 11 Tahun 2016.

“Saya mengajak dan mengimbau agar rekan-rekan seprofesi advokat dan kurator turut serta mendukung program ‘tax amnesty’,” kata Dewan Penasehat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Lucas dalam usai mendatangi Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan Satu, Rabu,(27/9) lalu.

Menurut advokat senior, pendiri dan pemimpin Law Firm Lucas SH & Partners ini, dirinya sangat lega dan gembira karena telah mengungkapkan hartanya per 31 Desember 2105 (deklarasi dan repatriasi) serta membayar uang tebusan atas pengakuan harta itu. Lucas yang juga dikenal sebagai kurator senior, pendiri dan Ketua Umum IKAPI ini mengakui, selama ini banyak wajib pajak belum menyampaikan seluruh hartanya atau masih menggunakan jasa “spv dan structure financial” karena situasi yang belum kondusif.

Namun sekarang ini, tegasnya, dengan adanya jaminan kepastian hukum UU tax amnesty dan adanya pemerintahan yang berdaulat dan lebih kredibel di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, dirinya yakin sistem dan pelayanan perpajakan akan semakin profesional dan masyarakat akan menjadi patuh dan bangga membayar pajak.

Oleh karena itu, Lucas kembali mengimbau rekan-rekan seprofesinya serta para pengusaha atau siapa pun segera tinggalkan dunia “spv tax heaven” karena pada 2018, semua akan terbuka, berdasarkan persetujuan pertukaran data informasi keuangan perbankan antar negara secara otomatis. Selain itu, Lucas juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan kantor wilayah Jakarta Selatan Satu yang sangat memuaskan dalam memfasilitasi keikutsertaan dirinya di program pengampunan pajak.

“Benar-benar ramah, menyenangkan, profesional, sistematis, dan tidak bertele-tele,” katanya.

Pada bagian lain, Lucas berharap tax amnesty akan sukses dan mengangkat citra Indonesia di mata dunia Internasional. Ia mengatakan bangsa Indonesia akan memperlihatkan kepada dunia bahwa siapa saja akan merasa aman dan nyaman menempatkan dan membelanjakan uangnya di Indonesia. Dengan demikian Indonesia akan dikenal sebagai salah satu “Financial Centre”.

Pelaksanaan Program Tax Amnesty di Indonesia digelar selama sekitar sembilan bulan sejak 1 Juli hingga 31 Maret 2017 dan terbagi atas tiga periode, masing-masing selama tiga bulan, dengan target dana deklarasi Rp 4.000 triliun, dana repatriasi Rp 1.000 triliun dan uang tebusan Rp 165 triliun. September merupakan bulan terakhir periode awal tax amnesty dengan tarif terendah yakni dua persen. Setelah September berlalu, tax amnesty memasuki periode kedua dan tarif tebusan naik jadi tiga persen hingga 31 Desember 2016. (Budi Nugraha/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *