Pepohonan di Gunung Pegat Mendesak Dipangkas

by
RAWAN LONGSOR: Bukit di jalan raya Wonogiri-Pacitan, tepatnya di daerah Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri rawan longsor, Jumat (21/10). (kecirit.com/Khalid Yogi)

RAWAN LONGSOR: Bukit di jalan raya Wonogiri-Pacitan, tepatnya di daerah Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri rawan longsor, Jumat (21/10). (kecirit.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, kecirit.com – Sejumlah warga berharap pepohonan di daerah Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri dipotong atau dipangkas. Pasalnya, sudah banyak peristiwa pohon tumbang yang terjadi di ruas jalan Wonogiri-Pacitan tersebut.

Eko Sri Hartanto, warga Kelurahan Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi mengatakan, peristiwa pohon tumbang terakhir terjadi bebeberapa pekan lalu. “Jalan di Gunung Pegat banyak pohon yang sudah miring. Beberapa Minggu lalu ada yang tumbang sampai menjatuhi dua mobil sekaligus,” katanya saat mengikuti dialog dengan Bupati Wonogiri di pendapa Kecamatan Nguntoronadi, baru-baru ini.

Selain itu, bukit di sisi timur jalan tersebut sering longsor. Oleh karenanya, dia berharap agar Perhutani melakukan penebangan dan pemangkasan pepohonan tersebut. Sebab, Gunung Pegat masuk dalam areal hutan milik Perhutani.

Menanggapi hal itu, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri, Roby Rayendri mengatakan, penebangan dan pemangkasan pepohonan di Gunung Pegat pernah dilakukan tahun 2015 lalu.

“Tahun lalu, Pak Camat pernah melayangkan surat. Kami langsung menindaklanjuti dengan menyurvei pepohonan yang membahayakan. Kemudian menebang dan memangkas pohon yang sudah dipilih,” katanya, Jumat (21/10).

Tidak semua pohon ditebang karena dikhawatirkan justru akan mengakibatkan longsor. “Penebangan hanya dilakukan pada pohon yang benar-benar condong ke jalan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berencana melakukan pemotongan dan pemangkasan pohon yang membahayakan, dalam waktu dekat ini. “Kalau warga atau pihak kecamatan melihat ada pohon yang membahayakan, segera melayangkan surat saja. Kami akan menindaklanjuti,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Gunung Pegat semula adalah hutan yang kemudian dikepras dan dibangun jalan. Gunung Pegat berada pada petak 41 Perhutani. Adapun area yang rawan longsor dan pohon tumbang seluas 2-3 hektare. “Banyaknya getaran akibat kendaraan besar yang lewat ikut mempengaruhi terjadinya longsor,” katanya. (Khalid Yogi/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)