Penyidik Diminta Gelar Perkara Kasus Kekerasan Wartawan Rembang

by

BERIKAN KETERANGAN: Ketua Lembaga Advokasi Wartawan Pesatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Zaenal Abidin Petir saat memberikan keterangan terkait kekerasan kepada wartawan oleh karyawan PLTU PJB Sluke. (kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, kecirit.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng mendesak kepada penyidik Satreskrim Polres Rembang untuk segera melakukan gelar perkara dalam kasus kekerasan wartawan yang dilakukan oleh oknum karyawan PLTU Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sluke.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Lembaga Advokasi PWI Jateng, penyidik Satreskrim Polres Rembang saat ini sudah merampungkan berkas penyelidikan. Semua keterangan saksi terkait kasus tersebut berikut barang dan alat bukti sudah dikantongi oleh tim penyidik.

Ketua Lembaga Advokasi PWI Jateng, Zaenal Abidin Petir mengatakan, seharusnya dengan sudah rampungnya proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti, Satreskrim bisa meningkatkan proses hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan. “Pemeriksaan saksi sudah selesai, barang bukti dan alat bukti juga sudah didapatkan. Sudah selesai semuanya, jadi Polres Rembang mau menunggu apalagi. Seharusnya proses hukum sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” terang Petir, Kamis (27/10).

Menurut Petir, penanganan kasus kekerasan wartawan di Rembang oleh oknum PLTU PJB ini dipantau oleh publik secara luas. Sebab, kasus kekerasan ini menjadi satu-satunya yang terjadi di Provinsi Jateng. Polres Rembang juga menjadi satu-satunya institusi kepolisian di Jateng yang bisa merampungkan kasus kekerasan terhadap wartawan hingga proses penyelidikan.

Namun begitu, Petir menyebut Polres Rembang masih terlalu lembek dalam menangani kasus ini. Pasalnya, laporan telah dilakukan oleh PWI Jateng pada 19 Agustus 2016 lalu. Hingga akhir Oktober ini, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. “Polres Rembang jangan main-main terhadap penanganan kasus ini. Kasus ini adalah pertaruhan citra Polres Rembang di mata masyarakat, khususnya insan media. Penuntasan kasus ini ditunggu banyak orang,” imbuhnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka saat dikonfirmasi menegaskan tidak ada kendala dalam penanganan kasus dugaan kekerasan wartawan oleh oknum PLTU PJB. Bahkan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan melakukan gelar perkara untuk kelanjutan penanganan. “Pemeriksaan sudah cukup. Barang bukti, berupa foto dan dokumentasi juga sudah dilengkapi. Segera kami agendakan gelar perkara penanganan kasus. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” jelas Ibnu. (Ilyas al-Musthofa/CN38/SM Network)