Penyaluran Raskin Diawasi TNI, Stok Beras Bulog Cukup Sampai Maret

by
DIKAWAL TNI – Anggota TNI dari Kodim Karanganyar ikut mengawasi penyaluran beras miskin, agar tidak ada beras yang kondisinya jelek diterima warga. (Foto: kecirit.com/Joko Dwi Hastanto)

DIKAWAL TNI – Anggota TNI dari Kodim Karanganyar ikut mengawasi penyaluran beras miskin, agar tidak ada beras yang kondisinya jelek diterima warga. (Foto: kecirit.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, kecirit.com – Penyaluran beras miskin (raskin) diawasi ketak oleh aparat Kodim Karanganyar. Penyaluran dilakukan mulai pekan ini kepada 51.638 warga di Lereng Lawu dengan total beras sebanyak 774.570 kilogram.

”Kita melibatkan aparat Kodim yang secara bergiliran dilibatkan untuk mengawasi langsung proses pengambilan beras. Dengan begitu dari sejak pengambilan di gudang Bulog, beras diketahui kualitasnya,” kata Bramantyo, Kepala Gudang Bulog Sapen.

Kepada wartawan, di sela-sela memantau proses pengambilan beras di gudang oleh petugas desa, dia mengatakan, setiap hari ada empat kecamatan yag mengambil ke gudang. Mereka didampingi petugas desa, kecamatan, dan TNI.

Tentang masih adanya kemungkinan beras rusak, dia mengatakan meski sudah diawasi sedemikian rupa, karena tidak semua beras dibuka, maka tentu ada kemungkinan yang rusak karen proses penyimpanan.

”Kami siap mengganti dan mengantarkan langsung ke desa, jika ternyata beras yang diambil dari gudang ternyata tetap ada yang rusak. Kami tidak akan meminta ganti transpor, semua kami antar gratis kalau ada laporan rusak,” kata dia.

Selama ini memang ada saja beras yang rusak, namun tidak banyak. Misalnya dari satu desa, ada satu dusun yang kebetulan menerima beras rusak. Persoalannya meski beras yang dikeluarkan untuk disalurkan merupakan beras yang disimpan maksimal empat bulan, namun tentu ada saja kerusakan karena kejatuan air, atau karena sesuatu hal.

Yang pasti, saat penyerapan beras ke gudang, persyaratan ketat sudah dilakukan. Antara lain kondisi beras maksimal hanya 20 % yang pecah, dan kandungan menir tidak lebih dari 2 %. Itu persyaratan standar. Beras itu pula yang disalurkan kepada warga, meski kualitas medium.

Dia mengatakan, saat ini persediaan beras di gudang Bulog masih aman sampai Maret 2017 mendatang. Persediaan beras masih sekitar 4.000 ton, dan setiap bulan hanya dikurangi untuk pasokan beras miskin 774.570 kilogram saja.

”Ini pasokan untuk Npember, tahun ini masih satu bulan lagi untuk penyaluran Desember, kecuali ada instruksi menambah penyaluran beras ke-13 atau ke-14 sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kalau tidak ada berarti tinggal Desember saja.

Sementara itu penyerapan beras hasil panen petani terus dilakukan, dengan kapasitas gudang sebanyak 4.500 ton maksimal. Karena setiap bulan ada penyaluran, maka penyerapan juga bisa dilakukan setiap saat dari petani melalui Satker Penyerapan beras.

(Joko Dwi Hastanto/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)