Penutupan PON XIX Bertema Harmoni Indonesia

by
Foto: Tempo

Foto: Tempo

BANDUNG, kecirit.com – Upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 dijanjikan berlangsung tak kalah spektakuler. Wapres Jusuf Kalla direncanakan hadir guna menutup pesta multievent empat tahunan itu.

Berbeda dengan pembukaan yang kental unsur tradisional setempat, pada penutupan Kamis (29/9) malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), panitia bakal lebih mengedepankan unsur harmoni.

Filosofinya, kata prosedur pelaksana, Satria Yanuar Akbar, setelah lebih dari dua pekan terlibat pertarungan keras, rangkaian tersebut diakhiri dengan jahitan persahabatan untuk membangun Indonesia.

“Harmoni Indonesia, jadi tidak lagi berbicara mengenai menang kalah, semuanya kembali sebagai keberagaman dalam bingkai kesatuan,” katanya, Rabu (28/9).

Pertunjukan akan melibatkan 500 peserta. Sentuhan multimedia akan tetap mewarnai suguhan tersebut. Artis yang tampil di antaranya Rosa, Doel Sumbang, dan Kikan eks Coklat.

Ceko Simfoni Orkestra juga bakal memenuhi ruang pendengaran di stadion terbesar di Jabar itu di samping electro dance music sehingga atlet dan massa akan ber-”ajep-ajep”.

Satria Yanuar Akbar juga menyatakan bahwa pihaknya tengah merancang pelibatan atlet dalam pertunjukan tersebut. Mereka akan ditempatkan di empat sektor sebelum kemudian menyatu dalam rangkaian pertandingan.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal menampilkan parade juara sebagai representasi kehadiran legenda-legenda baru olahraga. Sebelumnya, highlight dan kolase atas pertandingan-pertandingan yang dijalaninya menjadi.pembuka sehingga ada gambaran utuh dari kehadiran mereka.

Menu yang tak terlewatkan adalah prosesi serah terima pataka dari tuan rumah, Jabar ke penyelenggara PON XX yakni Papua. Seni kedua provinsi itu akan berpadu saat moment tersebut.

Menurut Satria, pada acara tersebut ada moment istimewa. Untuk kali pertama, karya maestro jaipongan,  Gugum Gumbira bersama putrinya, Mira Tejaningrum yakni Gagak Koncar bakal dipergelarkan. Tarian tersebut kemudian disambut Tarian Cendrawasih.

“Total pertunjukan selama 90 menit,” katanya sambil menyebut massa yang hadir sebanyak 27 ribu orang. Di luar itu, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan meminta agar lagu karya mendiang Gombloh, “Kebyar-kebyar” bisa diperdengarkan.
(Setiady Dwi/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *