Pensiun dari Karate, Alih Profesi Jadi Instruktur Zumba di Swiss

by
Atlet karate nasional Umar Syarief resmi pensiun dari olahraga beladiri ini usai Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Waktu 21 tahun di tim nasional karate dianggap cukup untuk menggeluti karier di olahraga asal Jepang tersebut. Kini, Umar akan fokus menjadi instruktur zumba di Swiss. (kecirit.com/Arif M.Iqbal)

Atlet karate nasional Umar Syarief resmi pensiun dari olahraga beladiri ini usai Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Waktu 21 tahun di tim nasional karate dianggap cukup untuk menggeluti karier di olahraga asal Jepang tersebut. Kini, Umar akan fokus menjadi instruktur zumba di Swiss. (kecirit.com/Arif M.Iqbal)

SESUNGGUHNYA, tenaga Umar Syarief untuk berlaga di karate belum habis meski usianya sudah 40 tahun. Buktinya, ia masih bisa meraih medali emas kelas kumite (84 kg) cabang karate di PON Jabar. Namun, Umar ingin ada regenerasi di kelasnya mengingat sejauh ini belum muncul atlet baru. Belum lagi, ia akan fokus menjalani profesi baru sebagai instruktur zumba di negeri orang, yakni di Swiss.

Akibat kesibukan baru tersebut, Umar tak memiliki banyak waktu untuk berlatih karate. Apalagi, ia harus bertempat tinggal di Eropa bersama keluarga.

Untuk menjadi instruktur zumba bukan perkara mudah bagi pria kelahiran Sidoarjo, 15 April 1977 ini. Ia butuh belajar sekian lama dari istrinya, Ai Lee Syarief. Kebetulan, Ai Lee memiliki fitness center di tempat tinggalnya, St. Gallen, Swiss. Tempat inilah yang dipakai untuk berlatih pagi, siang dan sore agar bisa melakukan gerakan zumba.

“Awal mula menekuni zumba sudah sejak 2011 lalu. Mulanya memang agak susah, kaku karena basic saya di karate, sedangkan zumba butuh kelenturan tubuh. Tapi lama-lama asyik juga main zumba,” tutur Umar Syarief saat berlatih zumba bersama istri dan rekan-rekannya di salah satu pusat kebugaran di Jakarta, Kamis (29/9).

Kini, Umar sudah memiliki banyak murid di Swiss. Bahkan, dia juga menjadi instruktur keliling di sejumlah tempat di negara tersebut. “Teman-teman (murid) sering nanya, kapan balik ke Swiss, soalnya mereka ingin saya melatih langsung. Mereka sudah saya tinggal beberapa minggu ke Indonesia untuk ikut PON Jabar. Ini sekaligus waktu yang tepat buat saya untuk pensiun dari karate,” tutur peraih medali emas cabang karate SEA Games 1997, 1999, 2001, 2003, 2005 dan 2009 tersebut.

Umar menuturkan, zumba yang digeluti saat ini berbeda dengan zumba pada umumnya. Jika zumba yang sering diperagakan di Indonesia adalah zumba dance atau fitness, kali ini zumba yang diperkenalkan Umar adalah strong by zumba. Bedanya, peragaan strong by zumba diiringi alunan musik keras dengan gerakan mirip kuda-kuda beladiri.

Di dalamnya terdapat push up, lalu serangkaian jurus seperti memukul dan menendang. Umar bersama istrinya, Ai Lee dan instruktur strong zumba Indonesia Santi Sudarsono serta Erren Wiryanto menunjukkan olahraga baru tersebut. Gerakan yang ditunjukkan Umar terlihat lentur, bak penari balet. Sepintas Umar bukan seperti atlet karate yang garang di atas matras. “Strong by zumba ini banyak manfaat, tidak hanya melatih salah satu bagian tubuh, tapi seluruh bagian tubuh ikut bergerak. Semua jenis cabang olahraga juga cocok kalau menggeluti strong by zumba,” tutur Umar diiyakan Ai Lee.

Ia menuturkan, koreografi strong by zumba dibuat oleh Ai Lee dengan dicocokkan lagu-lagu yang nge-hits. Setelah padu, gerakan itu diperagakan bersama untuk selanjutnya dijadikan bahan berlatih dengan murid-muridnya. “Saya tinggal mencoba gerakan baru karena koreo yang bikin istri. Kalau sudah, gerakan-gerakan itu masuk materi dalam kelas,” terang Umar.

Saat ditanya apakah tak ingin mendirikan strong by zumba di Indonesia, Umar mengaku memiliki impian seperti itu. Hanya saja, untuk merealisasikannya tak bisa dalam waktu dekat.

“Sekarang belum sempat karena kesibukan melatih zumba sangat padat. Belum lagi mengurus dua anak di Swiss, itu juga belum kalau istri tur keliling dunia mengajarkan strong by zumba, tentu tambah repot. Jadi mungkin kalau anak-anak sudah besar baru bisa mendirikan di Indonesia,” jelasnya.

Umar memang sudah lama bertempat tinggal di Swiss. Ia menikahi Ai Lee pada 2006. Ai Lee yang memiliki darah Malaysia, juga seorang atlet karate. Pada SEA Games 2003 di Vietnam, Ai Lee memperkuat Malaysia dan berhasil meraih medali perak. Seringnya bertemu di berbagai kejuaraan internasional, membuat keduanya cinta lokasi (cinlok) hingga merajut bahtera rumah tangga. Kini, pasangan beda negara tersebut dikarunia dua anak yang berusia delapan dan lima tahun.

Selama tinggal di Swiss, Umar juga rutin mengikuti kejuaraan karate di negara tersebut dan sering menjadi juara. “Pada 2008, saya ditawari Swiss untuk masuk timnas karate mereka, tapi saya menolak karena harus pindah kewarganegaraan Swiss. Saya masih cinta Tanah Air Indonesia, jadi tawaran itu tidak saya terima. Sekarang saya memberi pesan kepada adik-adik atlet supaya konsentrasi, disiplin supaya bisa berprestasi. Saya selalu mewanti-wanti agar atlet tidak merokok, minum (minuman keras) agar bisa prestasi sampai usia senja,” terang Umar.

(Arif M Iqbal/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *