Pengusaha Jasa Konstruksi Butuh Jaminan Keamanan

by
Foto: gopher

Foto: gopher

SEMARANG, kecirit.com – Pengusaha jasa konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) BPC Kota Semarang sangat membutuhkan jaminan keamanan dalam menjalankan usahanya.

“Pengusaha jasa konstruksi sangat butuh jaminan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan usaha konstruksi. Kepastian keamanan baik dari pemerintah, maupun masyarakat. Sebab, selama ini para pengusaha menemui kesulitan adanya sejumlah orang yang mengatas namakan organisasi tertentu yang bisa menganggu kelancaran proyek,” tutur Ketua BPC Gapensi Semarang Devri Alviandy, belum lama ini.

Devri menuturkan, banyak yang selama ini menghambat jalannya proyek konstruksi. Sehingga pengusaha mau kerja saja takut. Takut kalau dalam menjalankan proyek dapat bersentuhan dengan hukum. Pengusaha dianggap melakukan tindakan kriminal saat menjalankan usaha konstruksi.

“Oleh sebab itu, jaminan keamanan itu sangat perlu. Banyak pengusaha yang akhirnya masuk ke bui karena dianggap melakukan kecurangan dalam menjalankan proyek konstruksi,” katanya.

Ke depan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang jasa konstruksi sangat diperlukan. Terlebih dengan adanya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 ini, tentu kompetensi tenaga kerja perlu ditingkatkan. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan daya saing.

Menghadapi arus globalisasi, tenaga kerja dituntut meningkatkan kompetensinya agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara ASEAN lainnya. Peningkatan kualitas dan kompetensi harus seiring sejalan.

Melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) maka akan menghasilkan tenaga kerja yang berkompeten. Perusahaan dan tenaga kerja yang sudah dinyatakan tersertifikasi oleh LPJK diperbolehkan melaksanakan proyek jasa konstruksi. Di Kota Semarang hampir 90% perusahaan dan tenaga kerja sudah memperoleh sertifikasi layak usaha dari LPJK.

Selain itu, perluasan jaringan juga diperlukan. Para pengusaha harus membuka networking yang luas. Mereka perlu mengakses proyek-proyek pemerintah. Apalagi, pemerintah sedang menggalakkan berbagai proyek infrastruktur di sejumlah daerah.

“Pengusaha jasa konstruksi harus pintar menangkap peluang itu,” ujarnya.

Dikatakannya, tahun infrastruktur membawa angin segar bagi para pengusaha konstruksi. Sementara itu terkait dengan permasalahan permodalan, Gapensi Jateng sudah bekerja sama dengan Bank Jateng untuk memberikan pinjaman tanpa agunan.

Adapun, terhitung jumlah anggota Gapensi Kota Semarang saat ini sebanyak 550 badan usaha, terdiri dari 400 badan usaha skala kecil yang mengerjakan proyek dibawah Rp 2,5 miliar. Kemudian, 100 usaha menengah yang mengerjakan proyek senilai dibawah Rp 50 miliar dan 50 usaha besar yang mendapatkan proyek senilai diatas Rp 50 miliar.
(Fista Novianti/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *