Penggunaan Atlet Luar Kota Dilarang

by

SEMARANG- Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Semarang, sekitar bulan November-Desember akan menggelar kejuaraan voli antar-klub se-Kota Semarang.

Rencananya, kejuaraan itu mempertandingkan beberapa kelompok, di antaranya kelompok umur (KU) 15 tahun (putri), KU-17 (putra), umum, dan antar instansi.

Ketua PBVSI Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, sebagai ajang pembinaan, khusus untuk kelompok umur pihaknya akan memperketat aturan dan adminsitrasi pemain. Salah satu aturan wajib, peserta atau atlet harus berasal dari Kota Semarang. ”Seluruh klub dilarang menggunakan pemain dari luar Kota Semarang.

Persyaratan itu harus dibuktikan dalam proses administrasi, dengan melengkapi KTP, surat lahir, atau KK. Sementara untuk kelompok umum dan instansi, akan kami bebaskan,” katanya usai memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengurus di salah satu rumah makan di Jalan Pemuda Semarang, Rabu (20/10).

Kewajiban untuk menggunakan atlet asli daerah, karena PBVSI Kota merasa bertanggung jawab melakukan pembinaan atlet di kelompok umur. Selama ini dalam kejuaraan lokal, klub kerap mengambil atlet dari luar daerah, dan hal itu bisa mematikan potensi muda yang ada di Kota Semarang. Apalagi ,saat ini PBVSI Kota Semarang juga sedang melakukan persiapan untuk pembentukan tim pra-Porprov tahun 2017. ”Aturan ini harus dipatuhi seluruh klub. Hindari transfer atlet dari luar daerah hanya untuk kejar prestasi semata. Utamakan pembinaan atlet lokal agar potensi daerah bisa berkembang dan berprestasi di kancah nasional,” katanya.

Sementara Ketua Harian PBVSI Kota Semarang Tri Widayat mengatakan, pihaknya juga telah mengumpulkan 15 klub voli guna sosialisasi persiapan kompetisi tahunan PBVSI Kota Semarang. Kompetisi sendiri, rencananya akan dilaksanakan di GOR Satria atau kampus IAIN Ngaliyan. ”Untuk tempat masih kami kaji. Yang jelas kami minta 15 klub putra-putri Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas latihan guna persiapan kompetisi,” katanya.

Kegiatan kompetisi bola voli tahunan ini dimaksudkan mencari bibit atlet di usia pembinaan, 15 tahun hingga 17 tahun. ”Kami juga melakukan perbaikan susunan pengurus PBVSI Kota Semarang, karena ada pengurus yang ditarik ke Pengprov PBVSI Provinsi dan menjabat di KONI Kota Semarang. Dengan jajaran yang baru ini, kami berharap PBVSI Kota Semarang makin solid, dan klub-klub juga aktif melakukan pembinaan atlet,” tandasnya. (H71,H85-72)

loading...