Pengemis Kucing-kucingan dengan Satpol PP

by

PURWOKERTO – Pemasangan papan peringatan larangan mengemis tidak serta-merta membuat praktik mengemis hilang. Pengemis justru mulai menyiasati larangan tersebut.

Menurut Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Banyumas Nunus Danianto, papan larangan membuat sejumlah ruas jalan terlihat lebih tertib. Sebab aktivitas mengemis mulai jarang ditemukan. Namun demikian, menurutnya pengemis, gelandangan, pengamen, dan orang telantar (PGPOT) agak sedikit mengubah pola aktivitasnya.

Pada hari-hari biasa mereka mengurangi aktivitas di jalan, dan akan meningkatkan aktivitas pada akhir pekan, karena dimungkinkan potensi pendapatan cukup besar, dan mengira petugas tidak ada. “Adanya papan larangan cukup efektif, sebab membuat kondisi jalanan cukup tertib, saat hari biasa.

Tapi mereka (PGPOT) juga pintar saat hari biasa slowdownpada akhir pekan, biasanya kembali banyak yang turun ke jalan,” ujarnya, kemarin. Terkait kondisi itu pihaknya terus melakukan patroli dan penertiban terhadap PGPOT. Pada Selasa (27/9) lalu, Satpol PP juga mengamankan PGPOT di Jalan Jenderal Soedirman.

Adapun mereka diamankan karena kedapatan mengamen di jalanan. Menurutnya, karena masih berusia remaja, petugas kemudian orang tua mereka. “Kami minta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan, jika diketahui mengamen lagi akan dikirim ke balai rehabilitasi sosial,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kusumo mengatakan, sering menemui pengemis meminta – minta di lingkungan pemukiman. Pengemis mendatangi rumah satu per satu untuk meminta uang.

Kepala Bidang Perlindungan, dan Jaminan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas Agus Sriyono mengimbau agar warga tidak memberi sedekah kepada PGPOT di jalanan. “Memberi mereka uang, hanya akan membuat mereka betah hidup di jalanan,” imbuhnya. (K17-45)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *