Pendirian Tower Telekomunikasi Tanpa Izin Bisa Rugikan APBD hingga Rp 2 Miliar

by
foto: ISTIMEWA

foto: ISTIMEWA

SEMARANG, kecirit.com – Pelanggaran perizinan untuk pendirian menara telekomunikasi disebut anggota komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengakibatkan kerugian besar pada pendapatan kota Semarang.

Dia menyebut, pajak dan retribusi dari pengelolaan menara penyedia layanan telekomunikasi bisa mencapai angka Rp 2 miliar rupiah.

“Potensi dari pengendalian menara telekomunikasi bisa sampai Rp 2 miliar, itu tidak sedikit untuk APBD kita. Tapi sekarang banyak Tower – tower liar yang beroperasi tanpa ijin legal, dan menjadikan semarang jadi hutan tower,” Terang Politikus PKS setelah melakukan peninjauan lapangan mengenai menara telekomunikasi yang ada di semarang beberapa waktu yang lalu.

Dari data terakhir yang dihimpun, jumlah tower penyedia layanan telekomunikasi yang ada di Kota Semarang berjumlah hingga 600an tower, dan 60 persen di antaranya belum dilengkapi dengan surat izin pendirian tower.

Menurut Ari, instansi dan pemerintah terkait perlu merespon tegas tindakan pendirian menara tanpa izin di kota Semarang guna mencegah berdirinya tower – tower liar lagi. Beberapa titik di kota Semarang yang dianggap melakukan pelanggaran ijin, seperti menara seluler di Universitas Dian Nuswantoro, dan di daerah Gajahmungkur.

Selanjutnya dari peninjauan lapangan menara seluler ini akan dilanjutkan dengan pembahasan rapat Komisi B DPRD Kota Semarang bersama dengan Dishubkominfo terkait tindakan selanjutnya untuk penertiban dan pengendalian menara seluler yang semakin merajalela di kota Semarang.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *