Penambangan Liar Ditertibkan Bertahap

by
SM/Dian Aprilianingrum  PENAMBANGAN LIAR: Sejumlah penambang beristirahat di area penambangan liar di tepi sungai Logawa, Desa Babakan, Karanglewas, baru-baru ini. (14)

SM/Dian Aprilianingrum
PENAMBANGAN LIAR: Sejumlah penambang beristirahat di area penambangan liar di tepi sungai Logawa, Desa Babakan, Karanglewas, baru-baru ini. (14)

BANYUMAS – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu- Opak (BBWSSO) memantau sejumlah aliran sungai di Banyumas. Pasalnya masih terdapat beberapa penambangan pasir dan batu liar yang beroperasi di sana. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWSSO, Bambang Sumadyo, mengatakan akan melakukan penertiban secara bertahap.

Penertiban dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan sungai. “Masih banyak penambangan liar yang dilakukan di sungai. Kami akan melakukan penertiban secara bertahap, seperti yang kami lakukan tahun lalu. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, peringatan terhadap pengelola penambangan liar dilakukan bertahap. Pihaknya akan terlebih dahulu melayangkan surat teguran hingga tiga kali. Apabila tidak diindahkan, pihaknya akan menghentikan paksa kegiatan penambangan.

Berdasarkan catatan Suara Merdeka, beberapa penambangan liar di aliran Sungai Serayu pernah ditindak dinas terkait. Antara lain di Desa Desa Somakton dan Desa Plana, Kecamatan Somagede, kemudian Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen. Selain itu penindakan juga dilakukan terhadap penambangan liar di aliran Sungai Logawa.

Awal tahun ini, penindakan dilakukan terhadap pengelola di Desa Baseh, Kecamatan Kedungabteng. Terbaru penindakan dilakukan terhadap pengelola di Desa Babakan dan Jipang, Karanglewas. Sebelumnya, anggota Dewan Sumber Daya Air Jateng, Eddy Wahono, mengatakan di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, Wonosobo dan Temanggung tidak ada izin pertambangan yang dikeluarkan pemerintah.

Menurutnya di wilayah Jateng bagian selatan izin pertambangan hanya dikeluarkan di wilayah Purworejo sebanyak dua perizinan, Purbalingga satu perizinan serta Banjarnegara sebanyak tiga perizinan. (fz-14)

loading...