Pemprov Diminta Bangun Underpass di Perempatan JLS Salib Putih

by
TERGULING: Truk G-1903-EF pengangkut rokok yang dikemudikan Rudi (55), warga Kediri, Jatim, terguling di traffic light perempatan JLS Dukuh, Salatiga, akibat mengalami rem blong, Jumat pagi. Tidak ada korban jiwa. (kecirit.com/Surya Yuli)

TERGULING: Truk G-1903-EF pengangkut rokok yang dikemudikan Rudi (55), warga Kediri, Jatim, terguling di traffic light perempatan JLS Dukuh, Salatiga, akibat mengalami rem blong, Jumat pagi. Tidak ada korban jiwa. (kecirit.com/Surya Yuli)

SALATIGA,kecirit.com – Pemerintah Provinsi Jateng diminta membangun underpass di perempatan traffic light Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salib Putih Salatiga, guna menghindari terjadinya kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Underpass merupakan solusi mencegah kecelakaan, karena di perempatan itu ada dua turunan tajam dari arah Kopeng (Magelang) dan dari arah Kumpulrejo (Solo).

Hal itu disampaikan Jati Hendrawan (40), dari Komunitas Peduli Pembangunan Salatiga, setelah menggelar pertemuan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, belum lama ini. “Kami menggelar pertemuan di kafe di JLS dan mengusulkan pembangunan underpass di perempatan JLS Salib Putih. Usulan kami mendapat respons positif dari Gubernur, kata Jati, Jumat (21/10).

Jati mengungkapkan, dalam pertemuan itu mereka menjelaskan kepada Gubernur Ganjar, bahwa perempatan JLS Salib Putih kerap terjadi kecelakaan, karena posisi perempatan itu merupakan pertemuan dua turunan tajam dari arah Kopeng dan Solo. Banyak kendaraan berat seperti bus dan truk serta mobil lainnya, mengalami rem blong, dan menabrak kendaraan yang sedang berhenti di traffic light. Solusi yang terbaik adalah membuat underpass di perempatan itu.

Sementara itu Ganjar mengungkapkan, dalam pertemuan itu dia meminta agar komunitas tersebut mengusulkan lewat Pemkot Salatiga dan nantinya akan diteruskan kepada Pemprov Jateng. Ganjar mengakui, JLS merupakan sudah menjadi jalan nasional, tetapi usulan pembangunan tetap dilakukan dari bawah ke pemerintah daerah setempat. Atas masukan Gubernur tersebut, Jati Hendrawan mengungkapkan, pihaknya segera menyiapkan proposal kepada Pemkot Salatiga untuk pembangunan underpass tersebut.

Terpisah, Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Edy Sutrisno mengungkapkan, usulan pembangunan underpass merupakan solusi yang sangat baik. Namun proses pembangunan masih butuh waktu lama, sementara upaya antisipasi kecelakaan di perempatan traffic light JLS Salib Putih sudah sangat mendesak. Pihaknya berharap usulan Satlantas Polres Salatiga agar segera dibangun jalur penyelamat, dapat direalisasikan segera. Jalur penyelamat itu untuk mengantisipasi truk/bus dan kendaraan lainnya yang mengalami rem blong. Lokasi jalur penyelamat yakni di jalur dari arah Solo dan di jalur dari arah Kopeng. (Surya Yuli P/CN38/SM Network)

loading...