Pemkot Tegal Harus Lanjutkan Pembangunan TPA Bokong Semar

0
43
PEMBAKARAN SAMPAH: Sejumlah pekerja melakukan pembakaran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Tegal. (kecirit.com/Wawan Hudiyanto)

PEMBAKARAN SAMPAH: Sejumlah pekerja melakukan pembakaran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Tegal. (kecirit.com/Wawan Hudiyanto)

TEGAL, kecirit.com – Persoalan penumpukan sampah di Kota Tegal hingga kini hingga kini masih menjadi momok. Berbagai upaya dilakukan, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah kelurahan, namun hasilnya tidak maksimal. Bahkan, tumpukan sampah di lahan Kantor Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Pengolahan Sampah Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) Kota Tegal di Jalan Mataram menggunung karena tak tertampung.

Terkait persoalan tersebut, Ketua Komisi III DPRD, Sutari menyampaikan, Pemkot Tegal seharusnya mulai merintis untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Yakni, melanjutkan pembangunan akses jalan menuju ke TPA Bokong Semar. Sebab, secara status lahan sekitar 14 hektare tersebut sudah menjadi milik Pemkot Tegal. “Apabila penanganan persoalan sampah tidak dilakukan secara serius tidak akan ada solusinya. Karena itu, keberadaan TPA sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah,” katanya, Jumat (30/9).

Dia mengemukakan, jumlah TPST yang dibangun oleh Pemkot Tegal saat ini mencapai 16 tempat. Pada tahun 2016 kembali merencanakan pembangunan TPST di 11 tempat. Namun, dalam pembahasan APBD Perubahan 2016, justru dikurangi karena terkendala lahan serta adanya penolakan dari masyarakat.

Sementara, dari jumlah TPST yang sudah ada tidak bisa berfungsi optimal untuk pengolahan sampah. Sebab, cerobong insenerator kurang memenuhi syarat, sehingga menimbulkan polusi di lingkungan sekitar. “Idealnya tinggi cerobong sekitar 15 meter, namun kondisi saat ini hanya sekita 6 meter,” katanya.

Menurut dia, dengan kondisi tersebut seharusnya daripada alokasi anggaran digunakan untuk pengadaan mobil penyapu jalan sekitar Rp 2,8 miliar, anggaran tersebut digunakan untuk penyempurnaan TPST atau melanjutkan pembangunan akses jalan menuju TPA Bokong Semar. Sebab, penanganan persoalan bersifat mendesak dan termasuk merupakan kebutuhan masyarakat. (Wawan Hudiyanto/CN38/SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here