Pemkot Diminta Segera Tangani Rob

by

PEKALONGAN – Jebolnya geotube atau aplikasi penahan erosi sepanjang 10 meter tidak hanya menyebabkan rob menggenangi Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, tetapi juga merendam sejumlah kelurahan, seperti Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

Warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan segera menangani rob agar warga terbebas dari genangan. “Kami berharap segera ada penanganan rob di bagian utara, seperti pembuatan tanggul pantai, sabuk kampung atau parapet, pembuatan polder dan rumah pompa,” kata Darwanto, warga RT 2 RW 6, Kelurahan Bandengan, Rabu (26/10).

Menurut dia, rob yang menggenangi permukiman warga di Kelurahan Bandengan telah menyebabkan rumahrumah warga dan jalan rusak. Menurutnya, hampir 90 persen rumah di RW4, RW5, dan RW6 rusak akibat terendam rob berkepanjangan. Karena itu, dia berharap ada bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Harapan kami, bantuan RTLH diperbanyak karena di wilayah RW4, 5, dan 6 rata-rata rumahnya rusak terendam rob. Jumlahnya 90 persen rusak,” sambungnya.

Selain itu, dia juga berharap ada perbaikan jalan gang dan drainase. Sementara itu, di Kelurahan Krapyak, rob menggenangi TK Mina Bahari II yang terletak di Gang I kelurahan tersebut. Kristin, salah seorang guru di TK tersebut mengatakan, rob sudah menggenangi TK Mina Bahari II selama tiga bulan terakhir. “Sudah tiga bulan robnya nggak surut,” keluhnya.

Ruang kelas di TK tersebut terendam rob sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Menurut dia, untuk kegiatan belajar mengajar seharihari, siswa dipindahkan di aula kecil di belakang TK tersebut. Dia juga berharap Pemkot segera turun tangan untuk mengatasi rob. (K30-60)

loading...