Pemkab Perlu Buat Grand Desain

by

BERBAGAI persiapan pun sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan konsep tersebut. Salah satunya melakukan pembahasan pelaksanaan konsep tersebut bersama berbagai para pemangku kepentingan, di antaranya unsur masyarakat. Kasi Informatika pada Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan, Eka Imam P, menyatakan, tantangan terberat dalam penerapan konsep smart regency adalah infastruktur jaringan internet di Kota Santri.

Pasalnya, di Kabupaten Pekalongan wilayahya membentang dari pesisir hingga pegunungan. Namun, paling tidak di level pemerintahan atau di kawasan perkantoran Pemkab Pekalongan bisa terintergrasi itu sudah cukup. ’’Konsep smart regency mengandaikan semua aplikai terintergrasi dalam satu platform. Kondisi sekarang ini, masih terpisah-pisah belum menjadi satu kesatuan di sebuah sistem,’’kata dia.

Perwakilan dari Pusat Komunikasi Universitas Pekalongan, Helmy Heronasis meminta, sebelum konsep tersebut diterapkan, Pemkab Pekalongan perlu membuat grand desainnya seperti apa. Kemudian, tahapan-tahapannya bagaimana? Selanjutnya adalah regulasi. Hal demikian penting untuk mempermudah penerapan smart city.

Sementara itu, Direktur Akademi Komunitas Negeri Kajen mengharapkan fungsi dari Kajen Community ini adalah sebagai media untuk membantu menyosialisasikan konsep ini kepada masyarakat, mengenai operasionalnya bagaimana?. ’’Soal tata kelola aparatur pemerintahan itu menjadi urusan pemerintah. Komunitas ini berperan sebagai mediumnnya,’’harapnya.

Perwakilan dari Politeknis Muhammadiyah Pekalongan, Imam Rosyadi meminta agar forum ini bisa melakukan aksinya. Dengan begitu, diskusi yang diadakan ini akan membawa manfaat nyata baik untuk masyarakat maupun membantu pemerintah dalam hal penerapan konsep smart regency. Ketua Kajen Community, Agus Bambang Subandi menyatakan, forum gendu-gendu rasa wong Kajen ini yang mengangkat tema menjadi Kabupaten Cerdas antara peluang dan tantangan bermula dari kegelisahan mengenai dunia teknologi informasi komunikasi di Kota Santri.

Di beberapa daerah lain sudah melangkah jauh, namun di Kabupaten Pekalongan masih tertatih-tatih, terutama pemanfaatan teknologi infomasi komunikasi untuk peningkatan pelayanan dan partisipasi masyarakat. ( Agus Setiawan-15)