Pemilik Rumah Masih Mengungsi

by

CILACAP – Pemilik rumah yang terdampak longsoran tebing di Dusun Ciporos, Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Susi Ermawati bersama empat anggota keluarganya, hingga saat ini masih mengungsi.

Ia mengungsi di rumah saudaranya, Rana, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi longsoran. Susi mengungsi beberapa hari sebelum kejadian, sehingga sampai saat ini sudah lebih dari dua pekan. Tebing itu longsor pada awal Oktober lalu. Susi mengaku belum berani untuk menempati rumah yang terdampak longsor itu.

Satu pertimbangannya, rumah itu masih rusak, sehingga belum memungkinkan untuk dihuni. Sesuai pemantauan Suara Merdeka di lokasi, kerusakan itu berada pada bagian kamar dan dapur. Tembok pada dua bagian rumah itu jebol, dan sebagian perabot rusak. Sampai saat ini, kerusakan itu belum diperbaiki. Dampak lain yang dirasakan, yakni terjadi saat hujan turun.

Air dari curah hujan akan mengalir dan masuk ke rumah lewat tembok yang jebol. Akibatnya, sejumlah titik rumah akan tergenang. ‘’Kalau hujan, airnya masuk lewat lubang (tembok jebol,red),’’ kata Susi, menunjukkan kerusakan rumah yang terdampak longsor, kemarin.

Terkait kerusakan itu, sejatinya ada keinginan untuk memperbaiki, supaya bisa segera dihuni. Namun demikian, aktivitasnya yang menjadi perajin sale rumahan belum bisa memenuhi keinginan itu. Apalagi suaminya, disebutkan Susi sudah lama tiada. Oleh karena itu, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah. Satu hal terpenting yang diinginkan olehnya, bisa segera kembali ke rumah.

Belum Dihuni

‘’Kalau menumpang terus kan tidak enak,’’kata dia. Kades Ciporos Mulyanto mengakui, warga yang rumahnya terdampak longsor itu, sampai saat ini masih menungsi di rumah saudara. ‘’Karena rumahnya belum memungkinkan untuk dihuni,’’katanya. Diberitakan Suara Merdeka sebelumnya, tebing di wilayah itu longsor pada awal Oktober lalu karena dipicu curah hujan tinggi.

Longsoran itu menimpa satu rumah warga dan tiga rumah terancam. Material longsoran itu berupa tanah/reruntuhan fondasi penguat jalan dan aspal yang ikut ambles. Menyikapi hal itu, BPBD Cilacap bersama pihak terkait melakukan penanggulangan darurat atau sementara, berupa pemasangan kandi berisi tanah yang disusun.

Susunan kandi itu, kemudian diperkuat dengan pagar bambu. Sedangkan untuk penanggulangan lanjutan, BPBD Cilacap mengusulkan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan itu sudah dilakukan baru-baru ini, dan tengah menunggu tanggapan.

Sebagaiman disampaikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy Wijayanto, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Martono, longsornya tebing di wilayah itu mendesak dilakukan penanggulangan lanjutan. Mengingat, bencana itu persis berada di dekat permukiman warga dan baru dilakukan penanggulangan darurat. (tg-87)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *