Pembunuhan Pengemudi Gojek, Pisau Dibeli dari Bandung

by
BERDISKUSI: Terdakwa kasus pembunuhan, Wahyudin Anggara saat berdiskusi dengan kuasa hukumnya, Aris Setiono di PN Semarang. (kecirit.com/Royce Wijaya)

BERDISKUSI: Terdakwa kasus pembunuhan, Wahyudin Anggara saat berdiskusi dengan kuasa hukumnya, Aris Setiono di PN Semarang. (kecirit.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, kecirit.com – Terdakwa Wahyudin Anggara (19) mengaku membunuh pengemudi ojek online Gojek, Andi Firmanto (31) di Jl Tanggul Mas Raya, tepatnya di belakang Gereja Hati Kudus, Semarang Utara dengan menggunakan pisau. Senjata tajam itu dibawanya hanya untuk menodong korban, karena ia menginginkan motornya. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai operator fotokopi di Tembalang itu mengatakan, pisau itu dibelinya saat jalan-jalan di Bandung.

“Pisau itu saya beli buat pajangan, saya letakkan di atas lemari. Saya benar-benar panik saat itu, karena korban melawan,” tandas Wahyudin saat memberikan keterangan dihadapan ketua majelis hakim PN Semarang Suparno di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (26/10).

Terdakwa berniat memiliki motor Yamaha Jupiter MX merah H-5157-AF milik korban, karena tidak memiliki kendaraan untuk jalan-jalan dengan pacarnya. Sebelum kejadian, Wahyudin menegaskan, memesan Gojek melalui aplikasi dari tempat kerjanya di Tembalang dengan tujuan Stasiun Poncol.

Dalam sidang tersebut, sempat terjadi perdebatan antara terdakwa dengan jaksa dari Kejaksaan Negeri Semarang Andi Hakiki. Sebab, Wahyudin memberikan keterangan tidak sesuai dengan berita acara yang dibuat aparat kepolisian. Dalam keterangannya, terdakwa terpaksa melukai karena korban melawan. Luka gorokan dileher juga dinilai merupakan sabetan yang dilakukannya dari depan.

Sementara, jaksa Andi mengatakan, dalam berita acara, terdakwa melukai leher korban dari belakang terlebih dulu. Wahyudin dalam keterangannya membawa pisau hanya untuk menakut-nakuti. Namun, hal itu dikritisi hakim karena kenyataannya terdakwa berani menggorok leher dari belakang. “Tidak semua orang berani berbuat itu, apa kamu ada rencana,” jelasnya.

Terdakwa yang dalam persidangan didampingi kuasa hukumnya, Aris Setiono itu tetap beranggapan pisau tersebut hanya untuk menakut-nakuti. Dalam perkara ini, jaksa Andi menjerat terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, 338 KUHP tentang Pembunuhan, dan 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (9/7) dini hari. Korban ditemukan tewas di Jl Tanggul Mas Raya, terdapat bekas luka sayatan dileher, dan tusukan senjata tajam dipunggung dan tangan. Di sebelah tubuh korban, juga ditemukan sangkur milik terdakwa untuk menghabisi nyawa pengemudi Gojek yang juga kurir jasa pengiriman barang. (Royce Wijaya/CN38/SM Network)