Pembangunan TPA Sampah Selesai 45 Persen

0
34

KLATEN – Pembangunan Tempat Penamppungan Akhir (TPA) sampah blok 1 di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten sudah mencapai 45 persen. Setelah selesai, diharapkan TPA bisa mengolah 15 ton sampah per hari, atau 30 persen dari 45 ton total sampah yang dihasilkan di Klaten. ’’Saat ini, pembangunan TPA Troketon sudah mencapai 45 persen. Diharapkan bisa selesai akhir November. Kemarin, saat huan deras beberapa hari lokasi sempat tergenang, dan pembangunan dihentikan beberapa saat,’’ kata Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM, Muh Anwar Shodiq, Kamis (29/9).

Saat ini, dinding bangunan dari batu bata sudah berdiri dan diplester, adapun bagian atap sudah mulai dipasang rangka baja. Di sisi bangunan juga dibangun talud untuk menahan agar air yang sering menggenangi kawasan itu bila terjadi hujan deras, tidak masuk ke areal TPA. Namun, talud baru dikerjakan separuh bagian, karena keterbatasan anggaran. Akibatnya, saat hujan deras dalam beberapa hari terakhir, kawasan itu tergenang. Tahun depan, akan dianggarkan dana untuk penyelesaian pembangunan talud, agar genangan tidak masuk ke areal TPA. Areal yang tergenang nantinya akan dijadikan embung. ’’Saat ini, kami baru menyelesaikan bangunan. Bagian dinding hanya tinggal menyelesaikan acian. Kalau atap sudah terpasang mesin pengolah sampah akan didatangkan,’’ tegas Anwar Shodiq.

Tiga Blok

Proyek senilai Rp 1,429 miliar itu terdiri atas bangunan dan mesin pengolah sampah. TPA sampah blok 1 mencakup areal seluas 500 meter persegi yang dibangun dengan dana sekitar Rp 700 juta. Adapun mesin pengolah sampah senilai Rp 700 juta didatangkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dia menambahkan, TPATroketon direncanakan sebanyak tiga blok. Untuk tahap awal baru dibangun 1 blok. Tahun 2017 akan dibangun blok-blok tambahan agar dapat mengolah seluruh sampah yang masuk. Total produksi sampah mencapai 170 meter kubik atau setara 45 ton per hari. Untuk mendukung operasional petugas kebersihan, Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM mengajukan tambahan armada pengangkut sampah. Hal itu untuk cadangan bila armada yang ada saat ini mengalami kerusakan. Bila ada satu saa armada yang rusak, sampah akan menumpuk. ’’Para perubahan APBD 2016 ini, dianggarkan pengadaan dua unit truk sampah senilai total Rp 1 miliar.

Dengan tambahan armada, diharapkan tidak ada lagi sampah yang tidak terangkut. Sebelum TPATroketon beroperasi pada 2017, sampah dibuang ke TPS Candirejo Ngawen,’’ujar dia. (F5-26)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here