Pembangunan RSUD Pasar Kliwon Dimulai 2017

by
RAMBU BARU: Salah satu rambu baru penunjuk jalan ke Pasar Kliwon Kudus yang sudah dipasang oleh Dishubkominfo Kudus. (kecirit.com/Ruli Aditio)

Foto: kecirit.com/Ruli Aditio

SOLO, kecirit.com – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Kliwon akan dimulai tahun depan. Hal tersebut disampaikan ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Hartanti, Jumat (21/10). Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan jika Pemerintah Kota (Pemkot) telah disiapkan anggaran Rp 100 miliar yang bersumber dari APBD 2017. Sedangkan kebutuhan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) sebesar Rp 350 juta.

“Direalisasikan tahun depan. Kami sudah berkoordinasi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta. Semakin cepat dibangun akan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hartanti.

Seperti diketahui, RSUD tersebut akan dibangun di Kelurahan Semanggi tepatnya di kawasan Silir. Jika terealisasi, Kota Bengawan akan memiliki dua rumah sakit milik pemerintah yakni RSUD Ngipang Kadipiro (Pemkot) dan RSUD dr Moewardi (Pemprov). Rencananya, rumah sakit itu akan dibangun enam lantai dengan luas sekitar 9000 meter persegi di tanah milik Pemkot Surakarta.

Hartanti menjelaskan, selain RSUD Pasar Kliwon, pemerintah juga berencana membangun rumah sakit di wilayah Kecamatan Laweyan. Pembahasan terkait Detail Engineering Desain (DED) baru dilakukan tahun depan. “Satu per satu dulu. Setelah Pasar Kliwon baru dilanjutkan Laweyan. Namun untuk RSUD di Laweyan, kami menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk penyusunan DED,” tuturnya.

Dia berharap, dengan pembangunan rumah sakit di masing-masing kecamatan mampu mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga warga akan mendapatkan pelayanan lebih cepat dan dekat dari rumah tanpa harus menuju rumah sakit pusat. “Ini kan sesuai dengan visi dan misi Wali Kota agar seluruh masyarakat mendapat layanan kesehatan yang baik. Sehingga bisa lebih maksimal dan efisien,” ujar Hartanti.

Sementara, politisi Partai Demokrat, Reny Widyawati berharap masyarakat akan memperoleh akses yang maksimal jika pembangunan rumah sakit terealisasi. Menurutnya, akan percuma memiliki rumah sakit baru namun pelayanan masih berbelit. “Rumah sakit dibangun kan untuk mempermudah masyarakat. Jangan sampai urusan administrasi saja jadi menyusahkan warga,” tegas dia. (Ronald Seger Prabowo/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *