Pembajak Truk Rokok 524 Bal Disidang

by

SEMARANG BARAT- Dua pelaku pembajakan truk bermuatan rokok Sampoerna sebanyak 524 bal disidang di PengadilanNegeri (PN) Semarang, Kamis (20/10). Keduanya adalah Jamal Tholib (38) alias Jamal warga Sidoarjo, Jatim dan Juniardi (38) alias Ardi warga Jl Yos Sudarso, Bandar Lampung, terdakwa yang berperan melarikan truk rokok W-9253-US usai pembajakan di Weleri, Kendal pada Selasa (26/7) pukul 22.00. Rokok yang dirampok itu senilai Rp 6 miliar.

Atas perkara tersebut, keduanya didakwa jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Sateno melakukan perbuatan sebagaimana Pasal 365 ayat 2 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. “Pelaku sebenarnya ada empat orang, tapi dua lainnya masih buron,” tandas jaksa Sateno usai persidangan.

Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim PN Semarang Fatkhurrahman. Menurut Sateno, pelaku berempat awalnya membawa mobil Avanza warna hitam. Dua terdakwa ini yang membawa truk tronton, sedangkan dua lainnya berperan sebagai polisi gadungan lengkap berseragam dan senjata api untuk mengancam korban. Lima saksi dihadirkan dalam sidang.

Mereka ialah sopir dan kernet PT HM Sampoerna, Jamroni dan Kartimin alias Pak Min, serta tiga karyawan PT Sielo, Iriawan selaku koordinator sopir, Muhammad Novan, dan Kirman. Saksi Min mengatakan, rokok itu dibawanya dari PT HM Sampoerna di Kramat, Kabupaten Tegal pada Selasa (26/7) pukul 19.00. Tujuannya saat itu menuju ke Malang, Jatim. “Saat di jalan lingkar Weleri, Kendal saya tidur. Tiba-tiba dibangunkan Jamroni karena truk diberhentikan. Saya lihat mobil warna hitam dan didekati dua orang berseragam polisi,” jelas Min.

Selanjutnya, saksi menanyakan keperluan truk diberhentikan, tapi kepalanya malah didorong pelaku. Ia yang diancam pistol lalu dimasukkan ke dalam mobil, hingga bagian mukanya menyisakan lubang hidung harus dilakban. Kedua tangannya diborgol, termasuk rekanya Jamroni. “Saya tidak tahu selanjutnya. Kemudian saya dibuang di tengah sawah di Pemalang. Saya akhirnya ditolong warga dan melapor petugas kepolisian,” katanya.

Saksi Iriawan menegaskan, menerima laporan perampokan itu pada Rabu (27/7) pukul 1.35. Begitu mendapatkan informasi, ia langsung menelepon bagian GPS perusahaannya untuk melacak keberadaan truk W- 9253-US. “Saya mendapatkan informasi truk ada di Batang. Lalu saya menelepon polisi. Saat hendak ditelusuri, truk sempat bergerak hingga akhirnya diamankan di Polres Kendal,” jelasnya.

Di sisi lain, Novan mengungkapkan, ada 71 armada pengiriman rokok di Jawa dan Sumatera. Rokok yang dirampok itu nilainya Rp 6 miliar. (J17-71)

loading...