Peluang Joox di Ranah Streaming Musik?

by

TeknoKecirit – Pada tanggal 20 Oktober 2015 silam, layanan streaming musik Joox resmi hadir di Indonesia. Sebelum meluncur di tanah air, layanan milik perusahaan internet Tencent tersebut telah terlebih dahulu hadir di Hong Kong dan Malaysia.

Setahun berselang, Joox pun mengklaim kalau mereka kini merupakan aplikasi streaming musik paling populer di Indonesia. Hal ini didasarkan pada hasil survei yang dirilis McKinsey pada awal November 2016.

Dalam survei tersebut, 34,7 persen responden mengatakan kalau mereka telah menggunakan aplikasi Joox. Sedangkan layanan lain seperti Spotify, Musixmatch, Soundcloud, dan Langitmusik, popularitas mereka masing-masing hanya mencapai angka 10 persen.

Durasi mendengarkan lagu

Joox Benny Ho Business Development Tencent | Foto

Benny Ho, Senior Director Business Development dari Tencent

Joox sendiri enggan menyebutkan berapa jumlah pengguna berbayar serta koleksi lagu yang mereka miliki. Namun Benny Ho, Senior Director Business Development Tencent, menyatakan kalau pengguna mereka didominasi oleh remaja berusia 18 hingga 24 tahun yang tinggal di daerah perkotaan seperti Jakarta.

Rata-rata pengguna Joox menghabiskan waktu di platform tersebut sekitar 72 menit setiap harinya. Angka ini lebih kecil dari Spotify yang mengklaim kalau saat ini rata-rata pengguna mereka mendengarkan lagu selama 90 menit dalam sehari.

Perbedaan antara Joox dan Spotify pun terlihat dari minat musik para pengguna mereka. Mayoritas pengguna Joox lebih menyukai jazz, pop, dan RnB. Sedangkan pengguna Spotify lebih suka mendengarkan musik jazz, EDM dan indie.

Joox dan Spotify sama-sama sepakat kalau malam hari, terutama pada pukul 20.00 hingga 23.00, merupakan waktu yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia untuk mendengarkan musik. Joox juga mengatakan kalau mereka melihat kenaikan penggunaan pada pukul 08.00 hingga 12.00, sedangkan Spotify justru melihat peningkatan jumlah pengguna pada pukul 12.00 sampai 16.00.

Komparasi fitur-fitur baru

Joox V-Station | Screenshot

Tampilan fitur V-Station di Joox

Setelah setahun beroperasi di Indonesia, Joox kini bukan lagi aplikasi yang hanya bisa digunakan untuk mendengarkan musik. Mereka telah mulai menyediakan konten video sejak bulan Desember 2015, serta menghadirkan konten artikel mulai bulan Juli 2016.

Puncaknya, pada bulan Agustus 2016 yang lalu, Joox juga meluncurkan sebuah fitur baru yang bernama V-Station. Dengan fitur tersebut, seorang tokoh atau penyanyi bisa membuat video siaran langsung, dan para pengguna Joox bisa menyaksikan serta memberi komentar kepada tokoh atau penyanyi tersebut. Sekilas, V-Station ini begitu mirip dengan layanan live streaming lain seperti Periscope dan Bigo Live.

Dari berbagai layanan streaming musik di Indonesia, mana yang paling pas dengan kebutuhan kamu?

Strategi ini jauh berbeda dengan Spotify yang justru memperbanyak fitur untuk memudahkan pengguna menemukan lagu baru, seperti Discover Weekly dan Release Radar. Spotify pun tidak menghadirkan konten berupa video siaran langsung maupun artikel dalam platform mereka.

Selain Joox dan Spotify, layanan streaming musik lain seperti Deezer, Apple Music, dan Guvera, tentunya juga akan menghadirkan berbagai strategi guna menggaet pengguna dari Indonesia.

JOOX SPOTIFY
Rata-rata penggunaan per hari 72 menit 90 menit
Waktu ramai (siang) 08:00 – 12:00 12:00 – 16:00
Waktu ramai (malam) 20:00 – 23:00 20:00 – 23:00
Genre favorit Jazz, Pop, RnB Jazz, EDM, Indie
Fokus pembuatan fitur baru Memperbanyak jenis konten Memudahkan pengguna menemukan lagu favorit

The post Peluang Joox di Ranah Streaming Musik? appeared first on Informasi Update Teknologi.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *