Pelapor Berhak Gugat Praperadilan Uji SP3

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SEMARANG, kecirit.com – Ahli hukum pidana Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Mahmutarom Harun Al Rasyid menegaskan pelapor suatu perkara pidana berhak menggugat praperadilan penyidik yang telah menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3). Penerbitan SP3 itu dimungkinkan, apabila penyidik tidak menemukan bukti cukup atau tersangka terbukti tidak melakukan tindak pidana.

“Karenanya, pelapor berhak mengajukan gugatan praperadilan terhadap penyidik kepolisian untuk menguji sah atau tidaknya SP3. Ini seperti halnya penyidik kepolisian menetapkan suatu perkara yang telah P21 tapi kejaksaan menghentikan, maka penyidik berhak menggugat praperadilan,” kata Mahmutarom yang dihadirkan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jateng Fanny Widyastuti untuk menjadi saksi sidang dengan terdakwa J Kurniawan (46) alias Jojo di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (28/9).

Jojo yang menyebarkan informasi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian didakwa melakukan pelanggaran sebagaimana Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, terdakwa yang juga mantan Manager Teknologi Informasi, KSP Artha Guna Mandiri itu dijerat Pasal 311 KUHP ayat 1 tentang Tindak Pidana Fitnah dan Pasal 310 KUHP ayat 2 tentang Pencemaran Nama Baik.

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim PN Semarang Eddy Parulian Siregar tersebut, ahli juga mengatakan, SP3 itu sifatnya belum final. Jika ada temuan bukti baru, maka perkaranya dapat dibuka kembali. Meski demikian, Mahmutarom hanya menjawab normatif dan keberatan menjawab seputar perkara Jojo, termasuk SP3 atas pelaporannya. Dalam persidangan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Abrori.

Terdakwa awalnya bekerja di KSP Artha Guna Mandiri milik saksi Gunarto Nyauw, tepatnya sejak 2008 2013. Tugasnya mengelola semua pemakaian hardware dan software seluruh komputer di koperasi. Pada 7 November 2013, terdakwa melaporkan saksi Gunawan ke Polsek Gajahmungkur dengan tuduhan pencurian ponsel. Penyidik Polsek Gajahmungkur lalu menetapkan Gunarto sebagai tersangka yang disusul penetapan DPO.

Dalam perkembangannya, penyidik menerbitkan SP3 untuk dijadikan pelaporan kasus UU ITE. Belakangan, Jojo menjadi tersangka atas pelaporan saksi Gunarto ke Polda Jateng. Usai persidangan, Abrori merasa tidak puas atas jawaban-jawaban ahli. “Keterangan ahli sebenarnya bisa jadi petunjuk, tapi yang bersangkutan tadi banyak keberatan untuk menjawab,” tandasnya. (Royce wijaya/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *