Pelanggan PDAM Solo Nunggak Rp 7 Miliar

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SOLO, kecirit.com – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solo menunggak hingga Rp 7 miliar. Temuan tersebut berdasarkan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal PDAM.

”Jika dilihat angka memang menurun dari sebelumnya Rp 15 miliar. Namun tetap saja besar karena bisa mengganggu operasional PDAM,” kata ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal PDAM, Ekya Sih Hananto, Selasa (25/10).

Dia menjelaskan, selama ini PDAM kesulitan untuk melakukan penagihan kepada pelanggan khsusnya di Semanggi. Penunggak di wilayah sisi tenggara Kota Bengawan itu tertinggi dengan prosentase mencapai 80 persen.

Ekya memaparkan, PDAM juga kesulitan dalam penagihan karena pelayanan di wilayah tersebut memang tak maksimal. Selama ini, lanjut dia, selama tunggakan yang terjadi karena pelanggan hanya dikenai beban pembayaran.

”Selama ini pasokan air di wilayah Semanggi sering dikeluhkan karena tak lancar. Untuk itu warga di sana juga hanya sekadar membayar beban saja,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan tersebut menghimbau kepada PDAM untuk memutus pelayanan di Semanggi. Hanya saja, sebelum dilakukan untuk bertemu dengan bagian Hukum Pemkot Surakarta. Mengingat untuk penghentian sementara ini sangat rawan dengan adanya temuan dari Badan penyelidik Keuangan (BPK).

”Memang harus dibicarakan secara matang terlebih dulu. Jika itu terealisasi, nanti masyasrakat di sana tidak perlu dikenai biaya pemasangan kembali untuk mendapat pelayanan karena pemutusan dari PDAM,” tukasnya.

Ketua Komisi III, Honda Hendarto membenarkan jika tunggakan sebelumnya sebesar Rp 15 miliar. Pihaknya juga tak bisa memaksa PDAM untuk melesaikan masalah tersebut dalam waktu dekat. Meski demikian, Honda berharap tunggakan tersebut bisa turun sekitar 25 persen tahun depan.

”Intinya jika pelayanan di Semanggi sudah maksimal kemungkinan besar tunggakan tersebut bisa lunas. Memang tak bisa secepatnya,” tegasnya.

(Ronald Seger Prabowo/CN39/SM Network)