Pejabat-Pejabat di Lanud Adisutjipto Ikuti Sosialisasi Tax Amnesti

by
SOSIALISASI: Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga beserta Kepala Kanwil Ditjen Pajak DIY Yuli Kristiyono saat melaksanakan sosialisasi amnesti pajak di ruang rapat mako Lanud setempat. (Foto: kecirit.com/Gading Persada)

SOSIALISASI: Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga beserta Kepala Kanwil Ditjen Pajak DIY Yuli Kristiyono saat melaksanakan sosialisasi amnesti pajak di ruang rapat mako Lanud setempat. (Foto: kecirit.com/Gading Persada)

SLEMAN, kecirit.com – Sosialisasi Tax Amnesti terus dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terhadap sejumlah kalangan. Seperti sosialisasi terhadap para pejabat di lingkungan Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta termasuk Komandan Lanud (Danlanud) Marsma TNI Novyan Samyoga.

Berlangsung di ruang rapat Danlanud, sosialisasi Tax Amnesti disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak DIY Yuli Kristiyono dan Kepala Bidang P2 Humas Kanwil Ditjen Pajak DIY, Sanityas Jukti.

“Tax amnesti bertujuan mengoptimalkan peran masyarakat khususnya dalam pembayaran pajak secara menyeluruh dan berkelanjutan. Diharapkan dengan program tax amnesti ini akan mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pembenahan pajak,” papar Danlanud.

Menurut Novyan, dengan adanya tim sosialisasi dari Ditjen Pajak akan diperoleh arahan, gambaran dan pemahaman yang lebih jelas khususnya mengenai tax amnesti yang tentunya merupakan masukan yang berharga dan dapat menjadi bekal pengetahuan sebagai warga yang patuh pajak.

Adapun Yuli Kristiyono selaku Kepala Kanwil Ditjen Pajak DIY dihadapan peserta sosialisasi menyampaikan bahwa menurut World Bank negara dengan rasio pajak yang baik adalah minimal 15 persen dari PDB atau Produk Domestic Bruto suatu negara. Untuk saat ini rasio pajak Indonesia masih di kisaran 11 persen.

“Maka dari itu negara juga memerlukan pembangunan infrastruktur dengan dana yang sangat besar untuk mewujudkan pembangunan yang mensejahterakan masyarakat,” sambung Yuli.

Lebih lanjut Yuli menambahkan bahwa Kepatuhan dan kesadaran sebagai wajib pajak juga mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa karena saat ini 80 persen APBN ditopang oleh Pajak. Ikut serta dalam Amnesti Pajak juga membantu Pemerintah mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi.

“Ini merupakan bagian dari reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi serta meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan,” papar dia.

Sementara itu Kepala Bidang P2 Humas Kanwil Ditjen Pajak DIY Sanityas Jukti menyampaikan bahwa amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.

“Yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM), dan Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak,” tandas dia.

Selain Danlanud, hadir pula Komandan Wingdikterbang Kolonel Pnb Bonang Bayuaji Gautama, Para Kadis Lanud Adisutjipto, Para Komandan Satuan serta para Kasi di lingkungan Lanud Adisutjipto.

(Gading Persada/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...