Pedagang Pasar Gede Masih Bingung

by

SOLO – Sebagian pedagang Pasar Gede masih bingung dalam menyikapi rencana pemberlakuan penarikan retribusi penggunaan kios dan los pasar tradisional secara elektronik (e-retribusi), oleh Pemkot Surakarta.

Sosialisasi program tersebut dirasa minim, sehingga tidak seluruh pedagang paham terkait perubahan mekanisme pembayaran retribusi tersebut. ”Sebenarnya para pedagang belum siap sepenuhnya. Masih banyak pertanyaan yang butuh penjelasan dari Pemkot, terkait e-retribusi ini,” ungkap Ketua Komunitas Pasar Gede (Komppag), Wiharto, Rabu (28/9).

Dicontohkan, pertanyaanpertanyaan yang masih belum terjawab tersebut di antaranya adalah mekanisme penarikan retribusi, proses transaksi serta seberapa besar saldo minimal yang harus tersimpan dalam rekening bank. ”Beberapa pedagang memang sudah tahu mekanismenya, karena sudah terbiasa dengan transaksi perbankan. Namun masih banyak yang belum paham karena belum pernah melakukannya.” Wiharto menyebut, relatif minimnya sosialisasi e-retribusi yang dilakukan Pemkot menjadi salah satu pemicunya. ”Sosialisasi itu masih sangat minim. Masih sebatas pengurus paguyuban- paguyuban saja yang diundang,” tegas dia.

Mundur

Sebagaimana diketahui, eretribusi di Pasar Depok dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan dijadwalkan diterapkan mulai 1 Oktober. Rencana pemberlakuan e-retribusi di dua pasar tersebut mundur sebulan dari rencana semula, lantaran Pemkot berniat mengganti metode gesek kartu e-money dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) berbasis Near Field Communication (NFC).

Penerapan e-retribusi ini bakal berlangsung di empat pasar tradisional. Selain Pasar Depok dan Ngudi Rejeki Gilingan, Pasar Singosaren dan Pasar Depok juga menjadi lokasi proyek percontohan mekanisme baru pemungutan retribusi tersebut. Di dua pasar terakhir, e-retribusi sudah diluncurkan sejak 1 September. Terpisah Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo menegaskan, Pemkot terus berupaya menyosialisasikan program tersebut kepada pedagang.

Ia juga berusaha agar rencana penerapan e-retribusi di Pasar Gede dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, bisa direalisasikan tepat waktu. ”Harapannya keempat pasar tersebut sudah bisa menerapkan e-retribusi secara penuh pada akhir tahun. Sehingga nantinya bisa disusul dengan pasar-pasar lainnya secara bergiliran. Dengan demikian 44 pasar tradisional ditargetkan telah menerapkan e-retribusi pada 2017,” tegas Subagiyo. (H73-50)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *