Pasar Rejowinangun Kota Magelang Dikembangkan

by
TINJAU PROYEK: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito beserta sejumlah kepala SKPD meninjau lokasi proyek Pembangunan Pengembangan Pasar Rejowinangun Sisi Timur yang diperuntukkan bagi pedagang Tarumanegara.(kecirit.com/Asef Amani)

TINJAU PROYEK: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito beserta sejumlah kepala SKPD meninjau lokasi proyek Pembangunan Pengembangan Pasar Rejowinangun Sisi Timur yang diperuntukkan bagi pedagang Tarumanegara.(kecirit.com/Asef Amani)

MAGELANG, kecirit.com – Para pedagang Pasar Tarumanegara di atas bantaran Kali Manggis segera mendapat tempat di kompleks Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Pasalnya, pembangunan pengembangan Pasar Rejowinangun sudah dimulai yang memakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Rp 4.474.442.000.

Sisi timur menjadi lokasi pengembangan pasar yang dibangun dua lantai seluas 1.033 m2 dengan daya tampung hingga 500-an pedagang. Tempat ini prioritas bagi pedagang Pasar Tarumanegara dan pedagang lesehan yang berjualan di jalan masuk Pasar Rejowinangun.

“Semua pedagang Pasar Tarumanegara akan dipindah ke lokasi baru ini beserta dengan pedagang yang buka lapak di pinggir jalan masuk sisi timur. Hal ini dilakukan agar Pasar Rejowinangun tertata dengan baik,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Marjinugroho di lokasi proyek, Rabu (28/9).

Dia menjelaskan, proyek sudah berjalan sejak 14 Juli dan ditarget selesai selama 150 hari kalender sampai 22 Desember. Hingga minggu ke-11, proyek yang dikerjakan PT Trisakti Cipta Nusantara ini sudah mencapai 36,44 persen atau -1,46 persen dari target 38 persen.

“Memang tidak memenuhi target, tapi tidak masalah karena hanya kurang sedikit. Ada sekitar 36 pekerja yang mengerjakan pembangunan ini. Kami harap pedagang dapat lebih nyaman berjualan di sini, apalagi di lantai dua lantainya dibuat dari keramik,” katanya.

Kasi Penataan dan Pemberdayaan PKL Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang itu menambahkan, lokasi Pasar Tarumanegara yang ditinggalkan para pedagang nantinya akan difungsikan kembali seperti sedia kala. Lokasi itu sendiri milik PSDA Surakarta.

“Akan kita kembalikan ke PSDA, karena itu tanah miliknya. Fungsinya apa, mungkin untuk lahan terbuka, karena memang merupakan bantaran kali,” tuturnya.

Pelaksanaan proyek ini sendiri ditinjau langsung Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. Didampingi sejumlah kepala SKPD, termasuk Kepala DPP, Joko Budiono, Sigit melihat-lihat lokasi proyek dan mencatat beberapa evaluasi.

“Saya sengaja meninjau langsung ke lapangan untuk melihat sendiri apa yang sudah dilaporkan. Secara umum sudah bagus, tapi perlu ada tambahan tenaga agar pembangunan dapat selesai sesuai target. Apalagi, target minggu ke-11 ini ternyata minus,” paparnya.
(Asef Amani/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *