Panglima TNI: Tak ada Larangan Anggota TNI Ikut Pilkada

0
30
ZIARAH: Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (duduk dua dari kanan) bersama KASAD, KASAL, dan KASA saat akan berdoa dalam acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kota Jogja, Rabu (28/9). (kecirit.com/Gading Persada)

ZIARAH: Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (duduk dua dari kanan) bersama KASAD, KASAL, dan KASA saat akan berdoa dalam acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kota Jogja, Rabu (28/9). (kecirit.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, kecirit.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut tidak ada larangan bagi seorang anggota TNI untuk maju dalam pencalonan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal itu merujuk pada keputusan Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono yang bakal bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

“Semua anggota TNI itu boleh ikut (pencalonan, red) di Pilkada tapi dengan catatan dia membuat surat pengunduran diri dari keanggotaan TNI,” tegas Panglima TNI usai memimpin acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Kota Jogja jelang peringatan HUT ke-71 TNI, Rabu (28/9) siang.

Gatot menjelaskan, nantinya surat pengunduran diri akan diproses oleh Mabes TNI dan untuk selanjutnya surat jawaban pengunduran diri itu akan dikembalikan ke anggota TNI tersebut setelah diterima resmi pencalonannya oleh Komite Pemilihan Umum (KPU). “Maka dari itu baik ketika menang atau kalah nanti, anggota TNI yang maju dalam Pilkada sudah tidak bisa kembali lagi sebagai anggota TNI,” tutur dia.

Secara tegas Panglima TNI meminta kepada seluruh prajurit untuk bersikap netral meski ada calon kepala daerah yang ikut bertarung dalam Pilkada. “Anggota TNI tidak ada kata selain netral dalam Pilkada. Mohon bantuan juga kepada masyarakat untuk ikut mengawasi kinerja aparat TNI, kalau ada anggota TNI yang tidak netral laporkan segera. Berikan identitas yang jelas,” pinta Panglima TNI.

Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 mendatang, Gatot mengungkapkan bahwa peran dari TNI berada di bawah kendali Polri. Kedua institusi akan bekerja sama dan berkoordinasi untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada. “Saya pikir Pilkada ini aman karena saat Pilpres beberapa waktu lalau saja bisa aman. Ayo tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu negara demokrasi yang besar. Kita simak visi dan misi masing-masing kepala daerah dan pilih yang sesuai hati nurani,” tandas Gatot. (Gading Persada/CN38/SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here