NEWS UPDATE | Hobbit, Makhluk Misterius Asal Flores

by

PT kecirit.com BERJANGKA – Para peneliti menemukan fosil manusia purba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa tahun lalu.

PT kecirit.com Berjangka – Dari hasil penelitian terungkap bahwa fosil tersebut adalah Homo floresiensis atau dijuluki ‘Hobbit’ yg ditemukan di Liang Bua.

Sebutan “hobbit “sebetulnya berasal dari buku fantasi karta penulis asal Inggris, John Ronald Reuel Tolkien.

Dia menulis The Hobbit pada 1937.

Dalam buku yg kemudian diangkat ke layar lebar itu diterangkan bahwa bangsa hobbit memiliki tubuh kecil, setengah dari tinggi rata-rata manusia.

Nah, penemuan Homo florensiensis menjadi temuan yg menghebohkan pada 2003.

Itu karena spesies dari genus Homo itu memiliki tubuh & volume otak kecil.

Dari temuan itu, para peneliti –Indonesia & Australia– memperkirakan bahwa fosil Homo floresiensis itu berusia sekitar 15 ribu tahun lalu.

Dalam Liang Bua ditemukan sembilan fosil yg diberi kode Liang Bua1 (LB1) sampai LB9.

Dari sembilan bagian penemuan tersebut, ada satu bagian yg paling utuh, yaitu tempurung kepala.

Para peneliti menduga, Liang Bua adalah ‘rumah’ bagi beberapa ras yg punah.

Selain Homo floresiensis (dewasa) setinggi satu meter & berat sekitar 25 kg, jg ditemukan fosil lainnya, spt stegodon atau anak gajah.

Meski demikian, temuan itu masih memunculkan pro & kontra. Mengapa?

Sebagian ahli menilai, Homo floresiensis bukanlah manusia modern (Homo sapiens).

Lalu makhluk apakah hobbit itu?

Sebagian peneliti menilai, Homo floresiensis sebenarnya adalah manusia modern.

Namun, otaknya tidak lebih besar dari buah anggur.

Kondisi itu diprediksi disebabkan karena kelainan genetik.

Kondisi kelainan itu terjadi karena diduga Homo floresiensis kurang mengonsumsi yodium.

Dalam dunia kedokteran, kondisi itu dikenal dgn istilah Microcephaly yg merupakan ketidaknormalan karena ukuran kepala lebih kecil.

Sementara itu, penelitian yg dilakukan para peneliti asal Perancis & dipublikasikan dalam Journal of Human Evolutioner menyebutkan, Homo floresiensis bukan golongan Homo sapiens.

“Memang ada banyak informasi yg bisa didapatkan dari lapisan tulang tengkorak. Tapi yg paling jelas, tidak ada karakteristik Homo sapiens,” kata Antoine Balzeau, ilmuwan dari National Museum of Natural History, Perancis.

Spesimen LB1 merupakan salah satu Homo floresiensis yg ditemukan di Gua Liang Bua tahun 2003.

LB1 ini diduga berjenis kelamin wanita dewasa berusia 30 tahunan.

Berdasarkan LB1 itu, para pakar memperkirakan, H. floresiensis memiliki berat sekitar 16-36 kilogram (kg).

Tengkorak mereka merepresentasikan Homo adi era awal.

Cirinya, antara lain datar, dahi miring & pendek, serta wajah datar.

Namun, gigi & rahang mereka lebih mirip Australopithecus, salah satu nenek moyang Homo.

Selain itu, dalam sebuah studi tahun 2007 yg dimuat di jurnal Science menyimpulkan, tiga tulang pergelangan tangan Hobbit lebih dekat ke manusia kera, ketimbang manusia modern.

Analisis ini kian menguatkan bahwa H. floresiensis merupakan spesies yg terpisah dari manusia modern yg hidup saat ini.

Dari hasil scan 3 dimensi, H. floresiensis memiliki volume otak 426 centimeter kubik (cm3).

Sementara manusia modern memiliki volume otak rata-rata 1.300 cm3.

Sejumlah peneliti tengah mendalami bahwa Homo erectus mungkin saja nenek moyang H. floresiensis.

Sebagai spesimen ‘manusia Jawa’, H. erectus memiliki volume otak sekitar 860 cm3.

Alternatif lain yg tengah didalami adalah keterkaitan Hobbit dgn Homo habilis yg memiliki volume otak sekitar 600 cm3.

Hingga kini, para pakar masih belum menemukan kata sepakat mengenai asal-muasal & manusia spt apa H. floresiensis ini.

(Prz – PT kecirit.com Berjangka)

The post kecirit.com | Hobbit, Makhluk Misterius Asal Flores appeared first on .

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *