Museum KA Ambarawa Kini Dilengkapi Kereta Pustaka Indonesia

by
Ruang baca Kereta Pustaka Indonesia yang dilakukan reopening. (kecirit.com/Puthut Ami Luhur)

Ruang baca Kereta Pustaka Indonesia yang dilakukan reopening. (kecirit.com/Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, kecirit.com – Museum Kereta Api Ambarawa yang merupakan alih fungsi dari Stasiun Ambarawa, kini dilengkapi Kereta Pustaka Indonesia. Reopening Kereta Pustaka Indonesia telah dilakukan bersamaan dengan peluncuran Kereta Wisata lintas Ambarawa-Bedono, pada Kamis (29/10) lalu.

Manager Museum PT Kereta Api Indonesia (Persero) Eko S Mulyano menyatakan, pemberian nama Kereta Pustaka Indonesia karena kereta tersebut digunakan sebagai kereta khusus Perpustakaan. “Dinamakan Kereta Pustaka Indonesia karena memang kereta tersebut digunakan sebagai perpustakaan khusus kereta api. Kereta ini sudah diresmikan pada 19 Juli 2011 lalu di Stasiun Jakarta Kota, didesign sebagai railway campaign sekaligus sarana edukasi perkeretaapian,” kata Eko, Jumat (28/10).

Kereta Pustaka Indonesia merupakan realisasi program dari Unit Preservation dan Museum PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pengerjaannya dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai Jakarta dengan memodifikasi kereta barang eks kereta Bagasi nomor seri 8, bekas rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD).

Eksterior kereta dengan dominan warna putih terpajang gambar lima Stasiun cagar budaya di Jakarta yaitu Tanjung Priok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen dan Jatinegara. Interior juga ditambah dengan beberapa gambar bangunan cagar budaya perkeretaapian, diantaranya Gedung Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap dan Stasiun Cirebon.

Agar Kereta Pustaka Indonesia lebih dikenal dan dimanfatkan lebih luas kepada masyarakat, saat ini kereta tersebut telah diboyong dari Jakarta ke Museum Kereta Api lndonesia Ambarawa. (Puthut Ami Luhur/CN38/SM Network)