Modifikasi Motor Tua Jadi Tren Anak Muda

by

YOGYAKARTA- Tren memodifikasi motor atau sering disebut kustom sedang menjamur di kalangan pecinta otomotif. Tak ada batasan usia pecinta kustom mulai remaja, anak muda sampai orang tua. Makin banyak peminat motor kustom, bengkel-bengkel pun bermunculan. Begitu pun dengan Kanibal Work, sebuah bengkel kustom di daerah Jambon Sidoarum-Godean Sleman.

Bengkel milik Manto (36) ini sudah berdiri sejak 2003. Bengkel kustom ini awalnya bergerak di bidang restorasi motor tua. Ingin membangun motor sendiri, membuat Manto lebih fokus ke kustom motor. Beberapa karyanya sudah berhasil mengikuti kontes kustom nasional di Indonesia. Klien Manto juga datang dari berbagai kota, tidak hanya Yogyakarta. Konsistensinya membangun sebuah motor membuatnya menjadi builder cukup terkenal di kalangan penghobi motor kustom.

Menurut Manto, menjadi builder motor kustom lebih menyalurkan ide-idenya. Traditional chopper, bobber, cafe racer adalah sederet aliran kustom yang digeluti builder yang pernah mengenyam pendidikan seni di SMSR tersebut. ‘’Salah satu ide saya ya motor bernama ‘’Aku Kudu Piye?’’. Ini bermesin Kawazaki Binter Merzy dan dulunya ndongkrok alias mati total tapi sekarang bisa jalan normal,’’ ungkap Manto.

Kumpulkan Onderdil

Menangani motor ndongkrok baginya keasyikan tersendiri. Mulai dari mencari dan mengumpulkan onderdil, merakit mesin sampai bisa hidup kembali. Seperti pada proyek yang baru saja dia kerjakan, menyulap motor rongsokan menjadi nyala bahkan dimodifikasi seperti baru.

Ia memodifikasi tangki berbentuk ramping supaya mesinnya kelihatan besar. Sesuai konsep tradisional chopper, buritan dibuat rigid atau hardtail. Bagian depan dibuat fork springer dilapisi dengan krom membuatnya terlihat lebih mewah. Lalu bagian rangka dicat dengan warna hitam, mesin knalpot dan part lainnya juga dilapisi dengan krom. Pada bagian tangki dan spatbor belakang dicat dengan warna silver sesuai dengan warna kesukaan pemiliknya.

Lampu depan juga dikustom sendiri menggunakan kaca mobil. Dipadu dengan print strip yang dikerjakan oleh Sofie Skull Choppers pada bagian tangki dan sparbor belakang. ‘’Hobi motor kustom juga bisa mendatangan uang karena banyak peminatnya sehingga ini bisa jadi peluang ekonomi. Banyak usaha rumahan yang bergerak di bidang motor kustom dan bisa hidup dari sana,’’tandasnya. (D19-52)