Miris! Driver Gojek ini Narik Bawa Kedua Anaknya, Alasannya Bikin Hati Terenyuh

by
Miris! Driver Gojek ini Narik Bawa Kedua Anaknya, Alasannya Bikin Hati Terenyuh

Kasih seorang ayah kerap kali nggak kita sadari. Tapi sungguh, seorang ayah yang bertanggung jawab bisa melakukan apapun demi menjaga anak-anaknya. Salah satu kisah kasih sayang ayah yang mengharukan datang dari Tajudin, seorang pria 31 tahun yang tinggal di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Sehari-hari, Tajudin bekerja sebagai tukang ojek online. Namun belakangan ini, ada yang membuat banyak netizen merasa pilu. Sebab pria tersebut membawa serta kedua anaknya saat bekerja. BERITA UNIK

Kisah seorang ayah yang membawa buah hatinya saat bekerja mungkin bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Indonesia juga digegerkan dengan seorang ayah yang membawa putri balitanya saat berjualan bakso. Berbeda dengan kisah sebelumnya, Tajudin bahkan membawa dua orang putranya saat bekerja. Hal itu tentu membuat banyak pihak merasa tak tega. Selengkapnya tentang kisah Tajudin, berikut ini ulasannya. TIPS KESEHARIAN

Ditinggal istri minggat. INFO MENARIK



Padahal, seorang ibu biasanya memiliki porsi kasih sayang tak tertandingi. Namun ternyata hal itu nggak berlaku bagi istri Tajudin. Wanita itu pergi meninggalkan rumah tanpa pesan dua pekan terakhir. Hal itu membuat Tajudin terpaksa membawa serta kedua anaknya yang masih berusia tujuh dan satu tahun. Hal itu karena pria 31 tahun itu tidak tega melihat kedua buah hatinya yang masih kecil di rumah tanpa ada yang mengurus. Hingga viralnya berita tentang Tajudin di sosial media, ia juga belum mengetahui di mana istrinya saat ini, ia mengaku tak lagi mau memikirkannya. Baginya saat ini, yang terpenting adalah dua jagoannya selalu sehat.

Foto makan di pinggir jalan viral di sosial media



Kisah viralnya foto Tajudin sendiri bermula saat ia dan kedua anaknya kedapatan makan di pinggir jalan. Foto seorang driver yang makan sebungkus nasi dibagi dengan kedua anaknya itu sontak saja menarik perhatian netizen. Banyak diantara warganet yang mengaku merasa sedih melihat foto itu, namun tak sedikit pula yang mengapresiasi kegigihan Tajudin yang tak meninggalkan anaknya meski tengah bekerja. Pria itu juga tak sadar dan tidak tahu menahu siapa yang mengambil foto dirinya dan menyebarkannya di sosial media.

Saat ini lebih fokus ke Go-Food dan Go-Send



Berbekal motor pinjaman milik salah seorang kerabat, Tajudin bekerja dengan membawa anak-anak, ia memilih untuk jadi spesialis Go-Food dan Go-Send. Karena jika narik penumpang umum, ia kesulitan membawa serta kedua bocah tersebut. Sementara jika Go-Food, setidaknya ia lebih leluasa untuk selalu membawa anak-anak. Tajudin mengaku jika penghasilannya dari antar makanan melalui Go-Food bisa mencukupi kebutuhan biaya makannya dan kedua anak.

Sudah ikhlas melepas istrinya



Orangtua mana yang tak sedih melihat kedua anaknya dicampakan sang ibu? Hal itu pula yang dirasa oleh Tajudin. Bersama kedua orang putranya, ia tinggal di kontrakan bertingkat seluas 3×4 meter. Saat berangkat bekerja, Tajudin mengaku pedih saat melihat kedua anaknya yang terpaksa ia bonceng. Terlebih saat ia berjalan dan melihat para ibu-ibu yang membawa anaknya, perasaannya jadi jauh lebih sedih. Meski demikian, Tajudin mengaku sudah ikhlas jika istrinya memilih pergi dan mencari penghidupan yang lebih baik.

Rencana menitipkan kedua anak pada kerabat



Bekerja dengan membawa dua anak barangkali tak jadi masalah bagi Tajudin, tapi bagi anaknya yang masih balita, tentu bukan sesuatu yang biasa. Seminggu diajak berkeliling tanpa henti, si kecil langsung demam tinggi. Hal itu membuat Tajudin berencana untuk menitipkan kedua anaknya di tempat kakeknya, di Perumahan Adiyasa Tangerang, lumayan jauh dari kontrakan kecilnya di daerah Taman Sari.

Kisah Tajudin yang menyayangi kedua anaknya memang membuat banyak netizen terenyuh, terlebih potret bapak muda tersebut berbagi makanan, sungguh bikin hati teriris. Tapi sepertinya, mengajak anak-anak bekerja sepanjang hari memang kurang bagus bagi kesehatan mereka. Semoga saja pertumbuhan anak-anak bisa lebih baik setelah dititipkan di rumah kerabat.