Miras Oplosan Kembali Menelan Dua Korban Tewas

by
Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

GUNUNGKIDUL, kecirit.com – Dua orang tewas dan tiga terkapar, setelah diduga mengkomsumsi miras oplosan jenis ciu yang dioplos dengan minuman keras lainnya. Dua orang tewas, masing-masing Melani Setyani (23), warga Jawa Barat dan Handoko (46), warga Dusun Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul.

Sedang tiga orang yang menjalani perawatan di rumah sakit, Yamto Paino alias Mbah Bancak (55), warga Dusun Ngerangan, Bayat, Klaten, Sanio (40) dan Andriyanto (35), keduanya warga Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Namun untuk korban terakhir, sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, Sabtu (22/10) malam kelima korban menggelar pesta miras di rumah Sutarmi (60), warga Tancep, Ngawen, Gunungkidul. Dalam pesta miras tersebut, mereka mengoplos anggur dengan minuman ciu ditambah dengan minuman penambah stamina. “Malam itu ada lima orang yang menggelar pesta miras oplosan,” ujar Kapolsek Ngawen, AKP Tri Wibawa kepada wartawan, Senin (24/10).

Dari lima orang itu, dua meninggal dunia dan tiga lainnya dilarikan ke rumah sakit. Namun daru tiga yang dilarikan ke rumah sakit, satu diantaranya yakni Andriyanto sudah diperbolehkan pulang. Setelah minum miras oplosan tersebut, korban merasakan badan panas dan muntah-muntah, selanjutnya Minggu (23/10) sekitar pukul 08.00 WIB korban dibawa ke RSKB Islam Cawas, Klaten. Namun Melani meninggal di rumah sakit, dan Handoko meninggal sekira pukul 23.00 WIB. “Mereka berpesta miras karena kebetulan ada yang pulang ke kampung halaman di Tancep,” katanya.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Kini petugas telah mengamankan barang bukti berupa 2 buah botol bekas anggur merah cap orang tua, 3 buah botol bekas minuman suplemen, 3 botol bekas aqua sedang, 1 botol bekas minuman berkarbonasi, 1 botol bekas minuman ringan. “Kami juga mengamankan 3 botol bekas minuman tanpa merk, satu lembar kain seprai bekas muntahan korban melani,” ujar kepolisian setempat.

AKP Tri Wibawa menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Disamping itu, pihaknya juga memeriksa beberapa saksi. (Sugiarto/CN38/SM Network)

loading...