Miliki Peradaban Purba, Desa Banjarejo Diresmikan Sebagai Desa Wisata

by
LIHAT FOSIL: Pengunjung melihat fosil peninggalan zaman purba di Rumah Fosil Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan, Kamis (27/10). (Foto: kecirit.com/Zakki Amali)

LIHAT FOSIL: Pengunjung melihat fosil peninggalan zaman purba di Rumah Fosil Desa Banjarejo, Gabus, Grobogan, Kamis (27/10). (Foto: kecirit.com/Zakki Amali)

GROBOGAN, kecirit.com – Desa Banjarejo Kecamatan Gabus, Grobogan diresmikan sebagai Desa Wisata. Potensi purbakala yang dimiliki menjadikan desa ini unik dan layak dikukuhkan sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya.

Pengukuhan Desa Wisata, ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni, di balai desa setempat, Kamis (27/10). Sri berharap keberadaan desa wisata mampu mendongkrak perekonomian dan memupus kesenjangan antara desa dengan kota.

“Kami akan memperhatikan juga soal infrastruktur. Jalan masuk ke desa sepanjang 19 kilometer sudah selaiknya diperbaiki. Semoga tahun depan dapat merealisasikannya,” katanya.

Desa tersebut mulai dikenal dengan penemuan fosil hewan purbakala pada tahun 2009. Penemuan paling fenomenal yakni kepala kerbau purba. Panjang tanduk kerbau purba mencapai 170 sentimeter. Jumlah total fosil yang telah ditemukan sebanyak 500 buah.

Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik mengatakan, jutaan tahun lalu di desanya adalah lautan. Kemudian jadi rawa dan daratan. Fosil yang telah ditemukan juga ada spesies laut seperti kerang dan buaya.

“Dengan status Desa Wisata kami lebih mudah mengalokasikan dana desa untuk mendukung pembangunan pariwisata,” ungkapnya.

(Zakki Amali/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)