Merapi Simpan 25 Juta Kubik Material Erupsi

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SLEMAN, kecirit.com – Banjir lahar menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan Lereng Merapi. Saat ini, masih terdapat sekitar 25 juta meter kubik material sisa erupsi di puncak. Saat terjadi hujan deras, sisa material itu sewaktu-waktu berpotensi menjadi ancaman banjir lahar.

“Diperkirakan masih ada sekitar 20-25 juta meter kubik material piroklastik produk erupsi Merapi 2010. Kenaikan curah hujan juga berpotensi pada meningkatnya potensi banjir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (28/10).

Dari pendataan BPBD Sleman, di kabupaten ini terdapat 76 dusun yang masuk peta rawan bencana banjir lahar. Dusun-dusun itu berada di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Diantaranya Sungai Boyong, Gendol, Opak, dan Code.

Sungai Boyong yang rawan meliputi wilayah Kecamatan Pakem, Turi, Ngaglik, Mlati, dan Depok. Sedangkan pemetaan daerah rawan di kawasan Sungai Gendol dan Opak meliputi Kecamatan Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, dan Prambanan.

Disamping lima sungai itu, sejumlah sungai lain juga masih memiliki potensi terjadi banjir lahar. Diantaranya sungai yang berhulu di puncak dari arah tenggara, selatan, barat daya, dan barat hingga barat. Meliputi Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Kringsing, dan Kali Apu.

“Masyarakat dan penambang pasir di sekitar Gunung Merapi hendaknya memperhatikan cuaca. Jika hujan deras di bagian hulu, sebaiknya tidak melakukan aktivitas penambangan di sekitar sungai,” imbuh Sutopo.

Dia menerangkan, rata-rata waktu yang diperlukan terjadi banjir lahar dari hulu Merapi hingga daerah bagian bawah hanya kurang dari 30 menit. Karenanya perlu kesiapsiagaan dari masyarakat untuk meminimalisir resiko bencana. (Amelia Hapsari/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *