Mengantuk, Sebaiknya Hindari Jalan Tol

by
Foto: Panoramio

Foto: Panoramio

SEMARANG, kecirit.com – Pengemudi mengantuk, dianggap kondisi paling jamak dan disebut-sebut sebagai pemicu utama terjadinya kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di jalan tol Semarang – Bawen, itu terjadi setidaknya pada kurun Januari – September 2016.

Kondisi itu disusul kurangnya antisipasi pengemudi, kemudian kondisi kendaraan selip, disusul ban mobil pecah dan paling jarang adalah rem blong.

Dalam keterangan persnya, Sabililah, Operation Manager PT Trans Marga Jateng (TMJ) Jumat (28/10) mengatakan, jenis kendaraan yang paling sering mengalami kecelakaan adalah jenis mini bus (29 kasus), menyusul truk berukuran kecil (7), pick up/boks (6), sedan (5), truk besar (2) dan truk gandeng (1).

“Untuk pengaruh cuaca, saat hujan lebat kami catat waktu yang paling rawan terjadi kecelakaan yakni 7 kasus, kemudian cuaca mendung 5 kasus, gerimis 3 kasus dan cuaca cerah 2 kasus,” kata Sabililah mengutip data TMJ.

Masih menurut Sabililah, waktu (jam) paling sering terjadi kecelakaan lalin adalah antara antara 06.00 – 12.00 WIB dengan 14 kasus. Menyusul 18.00 – 24.00 WIB (12 kasus), kemudian 12.00 – 18.00 WIB (10 kasus) dan 00.00 – 06.00 (9 kasus).

Sementara untuk hari, dicatat oleh TMJ, Sabtu paling sering terjadi lakalantas yakni 10 kasus, Jumat dan kamis (9), Senin, Selasa dan Rabu (5) dan Minggu (3).

Diterangkan salama hampir setahun ini, jumlah angka lakalantas di jalan tol Semarang – Bawen selama tahun 2016 terhitung dari Januari – September, tercatat 4 orang meninggal dunia, 7 luka berat, dan 27 luka ringan.

“Yang jelas pada 2016 ini grafiknya menurun dari tahun sebelumnya 2015,” pungkas Sabililah yang sekaligus meminta penggunan jalan untuk berhati-hati, menyiapkan kendaraannya (laik jalan), tidak mengantuk dan mentaati rambu-rambu yang ada di sepanjang tol.

(Bambang Isti/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *