Mengabdi Sepanjang Hari

by

Oleh Hasan Fikri

Mengasuh sembari mendidik anak-anak balita sungguh bukanlah hal yang mudah. Namun lebih dari 203 orang kader (guru) yang tergabung dalam Forum Pos PAUD (FPP) Pedurungan nyaris tak pernah mengeluh. Padahal bila dilihat imbalan yang mereka dapat secara materi, sama sekali tak sebanding. Karena itulah mereka lebih suka menyebut pengabdian tersebut sebagai kerja sukarela.

Berdiri tahun 2011, FPPPedurungan diketuai Siti Rubiatun Suhendro, pengelola Pos PAUD Mekarsari. Forum yang memiliki 14 orang pengurus, ini beranggotakan 42 Pos PAUD tersebar di 12 kelurahan di Kecamatan Pedurungan dengan jumlah total siswa 1.243 balita. ”Sebagai ketua saya kagum dengan pengabdian para kader FPPPedurungan. Mereka tekun, sabar dan penuh semangat dalam mengasuh dan mendidik,” kata Siti. Dia tambahkan, rata-rata para guru Pos PAUD adalah ibu rumah tangga.

Meski begitu, kemampuan mereka tetap bisa diandalkan. Karena secara rutin mereka diberi pelatihan tentang cara mengasuh dan mendidik anak secara benar. Sebagai guru untuk anak Balita, mereka juga dituntut kreatif. Karena itu, pelatihan yang diberikan juga meliputi pembuatan alat peraga edukatif (APE), pelatihan mendongeng dan beberapa lainnya. Di samping itu seluruh anggotanya juga mendapatkan pelatihan mengisi data pokok pendidikan (Dapodik).

Dikatakan Siti, motivasi para kader FPPPedurungan memiliki motivasi kuat untuk mengikuti pelatihan yang diadakan, meski rata-rata mereka sudah berusia dan memiliki kewajiban sebagai ibu rumah tangga. ”Saya benar-benar kagum pada kemauan para anggota untuk meningkatkan kemampuannya.” Tuntut terhadap para guru PAUD saat ini memang tak main-main.

Bukan hanya dari para orangtua pemilik anak usia dini, pemerintah pun memberikan syarat cukup berat bagi lembaga PAUD dan gurunya, termasuk kader Pos PAUD. Dan anggota FPP Pedurungan tak bisa mengelak dari tuntutan. Maklum saja, anak usia dini tak boleh diasuh dan dididik secara serampangan. Masa usia emas (golden age) adalah saat-saat menentukan bagi tumbuh kembang anak.

Berkat ketekunan dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengasuh dan mendidik anak, menurut Siti kepercayaan masyarakat terhadap Pos PAUD makin meningkat. Para orangtua yang memiliki anak usia dini tak lagi ragu-ragu menitipkan anaknya.

Melawan Jenuh

Di tengah rutinitas mereka juga memiliki agenda untuk menghilangkan kejenuhan, yakni berwisata. ”Bagi anggota kami, wisata itu penting. Hanya dengan cara itu kami bisa menghilangkan kejenuhan yang sangat mungkin kami alami,” kata Siti.

Dia tambahkan, dalam kesempatan seperti itu, selain refreshing, para anggota juga tak jarang melakukan studi di lokasi tujuan. ”Kadang kami berbagi pengalaman, berbagi informasi dan sebagainya.” Selain itu FPPPedurungan juga memiliki kegiatan sosial berupa kunjungan ke panti asuhan atau panti sosial lainnya.

Seperti laiknya komunitas lainnya, anggota FPPPedurungan memiliki beragam media komunikasi seperti WhatsApp dan email. Melalui kedua media komunikasi itu berbagai hal biasa disampaikan. Satu hal yang diharapkan baik oleh ketua mau pun anggota FPPPedurungan adalah keberlangsungan regenerasi para kader atau guru Pos PAUD. Dikatakan Siti masalah tersebut lumayan serius.

Maklum, imbuh dia, manjadi guru Pos PAUD bukan hanya dituntut pandai mengasuh anak dan memiliki kemampuan mendidik, tapi juga dituntut memiliki jiwa pengabdian dan semangat kesukarelawanan yang luar biasa. ”Pengabdian dan kesukarelawanan sangat penting dimiliki seorang guru di Pos PAUD, di samping kemampuan lainnya,” kata Siti. (92)