Masyarakat Berhak Mendapat Karcis Parkir

by
JURU PARKIR: Petugas gabungan melakukan pendataan terhadap juru parkir yang belum memiliki kartu identitas juru parkir resmi. (kecirit.com/Gayhdul Dika)

JURU PARKIR: Petugas gabungan melakukan pendataan terhadap juru parkir yang belum memiliki kartu identitas juru parkir resmi. (kecirit.com/Gayhdul Dika)

PURWOKERTO, kecirit.com – Guna mengetahui juru parkir termasuk resmi atau liar, masyarakat berhak mendapat karcis parkir, bahkan jika perlu meminta juru parkir memperlihatkan kartu identitas juru parkir resmi (KTA).

Menurut Kepala Seksi Keselamatan dan Penertiban Dinas Perubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas R Hermawan, saat menggunakan jasa layanan parkir masyarakat berhak mengetahui apakah juru parkir yang memberi pelayanan, termasuk juru parkir liar atau tidak.

Ia mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk meminta karcis sebagai tanda bukti pelayanan parkir yang sah. Bila juru parkir tidak memberikan karcis, perlu dipertanyakan status juru parkir tersebut. “Jika perlu, juru parkir diminta memperlihatkan KTA, sebab juru parkir yang resmi tentu memiliki KTA,” kata dia, Rabu (26/10).

Menurutnya, penertiban juru parkir liar terus dilakukan, kemarin menurutnya, petugas gabungan juga kembali menjaring empat juru parkir liar di kawasan Sokaraja. Keempat juru parkir yang terjaring kemudian juga didata dan diproses lebih lanjut seperti pada penertiban sebelumnya.

Sementara salah seorang warga, Dedi megatakan upaya penertiban juru parkir liar yang dilakukan petugas perlu terus dilakukan, bahkan bila perlu dilakukan secara rutin. Ia mengaku, selama ini sangat jarang meminta karcis parkir, saat memanfaatkan jasa layanan parkir.

Ia mengatakan, parkir yang mendapat karcis biasanya hanya ada di lokasi parkir pusat perbelanjaan, stasiun maupun di terminal. Dengan adanya penertiban, ia berharap pelayanan parkir bisa lebih baik.

Ia mengatakan, dalam minggu ini penertiban parkir liar akan terus dilakukan. Paling tidak, dalam minggu ini penertiban parkir liar akan dilakukan sampai tiga kali. “Sebenarnya bila ada koordinator parkir di sebuah lokasi, itu yang ingin kita undang untuk diberi pengarahan terkait parkir resmi, jika tidak ada ya setiap juru parkir yang terjaring itu yang kita beri pengarahan,” ujarnya.

(Gayhul Dika/CN39/SM Network)

 

loading...