Massa Dokter Bergolak, Tolak Program DLP

by
DEMO DAMAI: Massa dokter umum di Kabupaten Wonogiri, menggelar aksi damai menolak program DLP. Tampil dokter Ngadiyono yang mantan Anggota DPRD Wonogiri, ikut memnyampaikan pidato orasi.(kecirit.com/Bambang Purnomo)

DEMO DAMAI: Massa dokter umum di Kabupaten Wonogiri, menggelar aksi damai menolak program DLP. Tampil dokter Ngadiyono yang mantan Anggota DPRD Wonogiri, ikut memnyampaikan pidato orasi.(kecirit.com/Bambang Purnomo)

WONOGIRI, kecirit.com – Massa dokter umum di Kabupaten Wonogiri, Senin siang (24/10), bergolak dengan menggelar aksi damai. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang memberlakukan program Dokter Layanan Primer (DLP). Karena program DLP, dinilai mencederai dokter umum.”Yang terdaftar ikut aksi damai ini, jumlahnya sebanyak seratus dokter umum,” tegas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri, Martanto.

Aksi damai ini, tambahnya, digelar dalam rangkaian peringatan HUT Ke 66 IDI di Kabupaten Wonogiri.”Kami mengusung isu nasional menolak program DLP, serta meminta dihentikannya segala bentuk sosialisasi DLP, yang terkesan sarat dengan pemaksaan,” jelas Martanto.

Massa dokter umum ini, bergerak dari alun-alun Giri Kridha Bhakti, berjalan kaki menuju gedung DPRD Wonogiri, dengan membawa serta spanduk bertuliskan: Aksi damai reformasi sistem kesehatan dan sistem pendidikan kedokteran pro-rakyat. Prodi DLP bukan solusi, hanya penborosan anggaran. Di alun-alun tempat mereka berkumpul, massa dokter umum ini meneriakkan yel-yel: Reformasi- Yes, Tolak-DLP.

Kapolres Wonogiri AKBP Ronald R Rumondor, menurunkan jajaran Bhayangkara untuk melakukan pengamanan. Dari alun-alun, massa berjalan kaki menuju gedung DPRD. Tiba di halaman gedung wakil rakyat, massa berhenti untuk menyampaikan pendapat. Tampil menyampaikan orasi, dokter Ngadiyono, yang dulu pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Wonogiri. Selanjutnya, massa dokter umum ini bergerak menuju lantai dua Gedung Graha Paripurna.

Kedatangan para dokter ini, disambut Wakil Ketua DPRD Wonogiri, Basiryono, didampingi Wakil Ketua Komisi 4 Tinggeng dan Sekretaris Komisi 4 Sriyanto Hatmo Suwiryo. Ikut hadir, para Anggota Komisi 4, dan jajaran pejabat ekskutif yang dipimpin Sekda Suharno. Dalam pertemuan dengan para wakil rakyat ini, para pendemo menyampaikan aspirasinya melalui perwakilan juru bicara. Yakni dokter Martanto, Ngadiyono, Cahyo, Indra Putranto dan Sustyadi. Massa juga menyerahkan pernyataan sikap secara tertulis.

Mereka mendesak DPRD dan Pemkab Wonogiri, dapat menerima aspirasi yang disampaikan, untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat, agar membatalkan program DLP. Para dokter umum ini, sepakat bila pemerintah memberlakukan program penguatan layanan primer kesehatan kepada masyarakat. Tapi bukan dengan program DLP.”Layanan primer kesehatan diperkuat ? Ya. Tapi bukan dengan program DLP,” tambah Sustyadi.

Ketua Komisi 4 DPRD Wonogiri, Sriyono, berhalang hadir. Melalui Wakil Ketua Komisi 4, Tinggeng, disampaikan penegasan bahwa sebagai wakil rakyat, sepakat untuk mendukung langkah para dokter umum, yaitu menolak program DLP.”Kami sepakat dengan langkah para dokter umum yang tergabung dalam IDI ini. Hanya saja, ini perlu tindak lanjut, untuk menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat. Bila perlu, mari kita lakukan langkah konsultasi ke pusat,” tegas Tinggeng.

Penegasan sama, juga disampaikan Sekda Suharno yang mewakili Bupati Wonogiri.”Secara prinsip, kami mendukung langkah yang dilakukan para dokter umum ini, dalam upaya menolak program DLP. Semoga langkahnya ini, akan membuahkan hasil di kelak kemudian hari,” tandas Sekda Suharno.
(Bambang Purnomo/CN40/SM Network)