Markus Perkara Kenakan Tarif Rp 100 Juta

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, kecirit.com – Direktur PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP) Heri Sugiarto menjelaskan kalau beberapa kali pernah ditelepon Wresti Kristian Hesti yang merupakan seorang Freelance Consultan dan meminta uang sebesar Rp 100 juta. Uang tersebut kata Hesti (Wresti) akan digunakan untuk penundaan Aanmaning kasus PT MTP dan PT KYM di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pernyataan ini dilakukan Heri saat bersaksi untuk terdakwa Edy Nasution di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (28/9).

“Dia minta uang sambil ngomel.Dia juga menekan. Saya bilang besok saja, Pak Rudi (Rudi Manggalangi, Dirut PT MTP, red) lagi meeting,” kata Heri.

Dia memperkirakan Wresti mengomel karena uang Rp 100 juta yang diminta tidak kunjung diserahkan olehnya. Padahal telah menelepon sebanyak tiga kali. “Akhirnya keluar tidak uangnya?” tanya Tim Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Pak Rudi bilang sudah, jangan diladenin, tapi Pak Rudi bilang perlu uang tolong dibuatin juga, Rp 100 juta, katanya untuk bayar lawyer,” jawab Heri.

Dia menegaskan, fee lawyer yang dimaksud di sini terkait investasi PT MTP di bidang sawit kawasan Sumatera Selatan.

Tim Jaksa KPK bertanya apakah Heri tahu kalau Rudi memberi kuasa pada Wresti untuk melakukan pengurusan penundaan Aanmaning . Heri menjawab tidak pernah tahu hal tersebut.

“Lalu apa dasarnya minta uang?” tanya Jaksa.

“Saya juga kurang tahu, makanya saya iya-iya saja,” jawab Heri.

“Uang Rp 100 juta, pernah ditanya tidak (ke Wresti, red) untuk apa?” tanya Jaksa.

“Saya tanya. Dia bilang untuk pending Anmaning,” jawab Heri.

“Bu Wresti setelah itu bilang apa?” cecar Jaksa.

“Terserah lah tulis apa, yang penting uangnya ada,” jawab Heri.

Jaksa kemudian bertanya kepada Rudi yang duduk di sebelah Heri, apakah uang Rp 100 juta itu telah dikeluarkan perusahaannya. Rudi mejawab kalau uang itu belum dikeluarkan.

Rudi menambahkan bahwa di saat yang hampir bersamaan telah mengeluarkan uang Rp 100 juta untuk konsultasi investasi sawit di Sumsel. “Jadi dalam perusahaan saya kan ada investment company untuk mencari lahan sawit di Sumsel. Jadi sebelum saya terperosok, saya meminta bantuan. Uang Rp 100 juta untuk fee lawyer-nya,” ujar Rudi. (Budi Yuwono/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *