Mantan Kabid Perkebunan Ditahan

by

PURBALINGGA– Mantan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Kabupaten Purbalingga, Suyanto, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga, Kamis (29/9) sore, setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi sektor perkebunan tebu tahun 2012.

Kajari Purbalingga Tongging Banjar Nahor, Jumat (30/9) mengemukakan, penetapan Suyatno sebagai tersangka setelah kejaksaan memiliki bukti yang kuat dan dianggap paling bertanggung jawab dengan dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi tersebut.

’’Kami layangkan surat panggilan ke yang bersangkutan tiga hari sebelumnya dan dia datang ke memenuhi panggilan kemarin Jumat. Tersangka kami cek dulu kesehatannya, dan kami beri pengertian baik-baik, lalu kami tahan yang bersangkutan. Sekitar pukul 15.00 kami titipkan ke Rutan Purbalingga,’’katanya. Penahanan tersangka bersamaan dengan pelimpahan berkas dari penyidik kejaksaan ke jaksa penuntut umum.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3 dan 9 UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Adapun modusnya pupuk subsidi tersebut diduga dijual dengan harga nonsubsidi dan petani yang seharusnya mendapat bantuan ditengarai fiktif.

Untuk kerugian negara yang ditimbulkan oleh kasus dugaan rasuah pupuk bersubsidi tersebut, hampir Rp 100 juta. Sebelumnya, Kasi Pidana Khusus Kejari Purbalingga, Yanuar Adi Nugroho menjelaskan, kasus ini muncul ke permukaan dan kejaksaan mulai melakukan penyelidikan sejak Desember 2014 lalu.

Penyelidikan dilakukan setelah kejaksaan mendapat informasi bahwa bantuan pupuk bersubsidi untuk sektor perkebunan tebu yang terjadi pada tahun 2011-2012 yang seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada petani tebu, diduga disalahgunakan.

Petani Fiktif

Petani yang diberi bantuan ditengarai fiktif. Selanjutnya pupuk tersebut dijual dengan harga nonsubsidi. Seratus orang lebih terkait perkara ini sudah dimintai keterangan. Mulai dari kelompok tani, penyuluh pertanian dan instansi terkait.

Termasuk di dalamnya pengurus Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) pada periode kasus itu terjadi. Kemudian pada pertengahan 2015, lembaga Adhyaksa ini meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dalam penggeledahan beberpa bulan lalu, kejaksaan juga telah menyita setumpuk dokumen untuk diaudit dan juga sebagai barang bukti.

’’Dalam waktu dekat, kasus ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Kajari menginginkan agar kasus ini tidak berlarut-larut dan segera disidangkan,’’ katanya. Pengacara tersangka, Imbar Sumisno meminta secepatnya tahapan proses hukum terhadap kliennya segera dilakukan oleh kejaksaan.

Dalam waktu dekat ini pihaknya meminta agar kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan. ’’Semua hak dari tesangka sudah dipenuhi kejaksaan seperti bertemu keluarga sebelum ditahan. Setelah keluarga legawa, baru dibawa ke rutan,’’ katanya. (H82-87)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *