Mahasiswa S2 Pendidikan Sains PPs UNY Gali Ilmu di University of Malaya

by
foto: ISTIMEWA

foto: ISTIMEWA

YOGYAKARTA, kecirit.com – Sebanyak 25 mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Sains berkesempatan melakukan serangkaian kegiatan akademis di University of Malaya (UM), khususnya di Faculty of Education.

Kegiatan yang digelar selama lima hari tersebut, diawali dengan opening ceremony dengan penyampaian tujuan exchange experience oleh Dr Insih Wilujeng selaku Ketua Prodi dan sambutan selamat datang oleh Dekan Faculty of Education Assoc Prof Dr Mariani Md Nor.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pengelola Post Graduate Program Prof Dr Esther Sarojini Daniel dan Mobility coordinator for student exchange program Dr Zahra Noimire.

Para mahasiswa selanjutnya diajak untuk mengunjungi TadikUM dan TaskUM. TadikUM dan TaskUM adalah sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak pegawai Universiti Malaya di bawah usia lima tahun.  Setelah university tour di sekitar TaskUM dan TadikUM, mahasiswa melakukan perjalanan rohani menuju Islamic Art Museum dan masjid Putrajaya.

Islamic Art Museum adalah museum yang mengoleksi beberapa kitab yang berisikan doa sehari-hari dan beberapa sejarah hijrah rasul sedangkan masjid Putrajaya adalah masjid yang besar dengan pola pembangunan yang mengacu pada ayat-ayat Al-quran.

Di sini para mahasiswa dapat memahami pedoman sikap yang berkembang pada sebagian besar penduduk Islam di Malaysia. Pada hari ketiga, para mahasiswa disuguhi presentasi unik mengenai nature of science yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari namun terkadang sering terlupakan.

Dr Rose Amnah Abd Rauf selanjutnya menyampaikan desiminasi hasil penelitian berkaitan dengan penggunaan barang bekas dalam pembelajaran fisika SMP.  Dalam kesempatan ini, mahasiswa melakukan workshop bagaimana cara mengembangkan media sampai mempresentasikan hasil pengembangan.

Workshop dilanjutkan di hari berikutnya yang disampaikan oleh perwakilan dari UMFRDC tentang metodologi penelitian kualitatif. Workshop ini secara umum berisikan motivasi dan pandangan pengajar UM mengenai pendidikan di tengah abad ke-21.

(Bambang Unjianto / CN26 / SM Network)

loading...