Lubang Jalan Bahayakan Pengendara

by

PEKALONGAN – Sedikitnya empat lubang jalan di jalur pantura Kota Pekalongan mengancam para pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tersebut.

Lubang jalan itu makin parah saat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir sehingga lubang itu juga jadi genangan. Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dan rawan kecelakaan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, lubang jalan parah dan membahayakan itu sedikitnya ada empat buah. Di antaranya di Jalan Gajah Mada Simpang Tiga Pusri, perlintasan rel kereta api (KA) Jalan Slamet, bahu jalan sebelah utara di Jalan dr Sutomo dari depan Mako Brimob Kalibanger hingga Hotel Jayadipa.

Bahkan di ruas Jalan dr Sutomo, lubang jalan itu telah mengakibatkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. ”Pengendara sering terjatuh akibat lubang itu. Lubang itu kian membahayakan pada malam hari karena lampu penerangan di jalan itu kerap padam. Belum lama ini ada yang tewas akibat terjatuh,” tutur Muniroh (45), warga setempat.

Sementara itu, anggota Satlantas Polres Pekalongan Kota mengintensifkan patroli beranting dengan mengecek sejumlah jalan yang berlubang. Patroli beranting dilakukan untuk memastikan kondisi jalan sehingga layak dilewati para pengguna jalan.

Tanggung Jawab Kontraktor

Kapolres AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasatlantas AKPM Alan Haikel mengimbau para pengguna jalan untuk waspada dan berhatihati, terutama pengguna kendaraan bermotor. ”Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini kerap turun hujan. Pengendara motor diimbau untuk selalu mempersiapkan mantel,” ujarnya.

Kepala Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Pekalongan Dinas Bina Marga Jateng Abdul Wahab ketika dimintai konfirmasi mengatakan, pemeliharaan rutin jalan rusak di jalur pantura sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Sebab, lanjunya, pemeliharaan rutin jalan saat ini menggunakan kontrak dengan sistem long segment. ”Tahun sebelumnya, perbaikan jalan itu sebagian besar dikerjakan oleh PPK.

Dengan berlakunya masa kontrak berbasis long segment , semua pekerjaan, termasuk pemeliharaan rutin, diserahkan kepada pihak ketiga atau kontraktor,” jelas Abdul Wahab, Kamis (29/9). Bina Marga, lanjut dia, hanya memantau dan melaporkan kondisi jalan kepada pihak ketiga itu. Dampaknya, kerap kali penanganannya terlambat. (H63-60)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *