Langka, Bambu Tutul Dilestarikan Kembali

by
Bambu Tutul (Foto Istimewa)

Bambu Tutul (Foto Istimewa)

YOGYAKARTA, kecirit.com – Bambu merupakan salah satu komoditas yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Secara ekonomis dan ekologis, tanaman bambu mampu memberikan peningkatan pendapatan bagi warga dalam waktu relatif singkat yakni 4-5 tahun.

Manfaat lainnya, pemasaran bambu berupa bahan baku pengganti kayu maupun produk jadi masih terbuka lebar di pangsa pasar domestik dan ekspor. Namun disayangkan, maraknya penebangan bambu untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi belum banyak diimbangi dengan langkah penanaman.

Imbasnya, beberapa jenis bambu mulai sulit dijumpai. Salah satunya adalah jenis tutul. Padahal bambu ini merupakan tanaman khas Sleman. Fakta tersebut mengulik rasa kepedulian Fithry Ardhany.

Profesi sebagai peneliti di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan DIY (BPTH), memberinya kesempatan untuk melestarikan tanaman langka itu. Dimulai sejak kurang lebih dua tahun silam, Fithry melakukan penelitian budidaya tanaman bambu.

“Upaya pelestarian perlu dilakukan untuk menyelamatkan bambu tutul. Manfaatnya juga akan dirasakan untuk mendukung penyediaan bahan baku industri,” ujarnya.

Di masa awal pembudidayaan, satu-satunya bambu jenis tutul hanya didapat dari seorang warga di daerah Condongcatur, Sleman. Seizin empunya, tanaman itu kemudian dibiakkan. Setelah berusaha selama lima bulan, budidaya itu akhirnya berhasil.

Perbanyakan tanaman bambu dilakukan secara vegetatif makro dan mikro. Vegetatif makro yakni dengan cara stek batang dan akar, sedangkan mikro menggunakan teknik kultur jaringan. Ke depan, pihaknya siap untuk menyebarkan bibit tanaman itu ke masyarakat.

“Tidak hanya bambu tutul yang kami lestarikan tapi juga jenis lain seperti petung, dan wulung. Kegiatan ini juga merangkul masyarakat karena mereka yang berperan secara langsung,” imbuh Fithry.

Rencananya, konservasi bambu tutul dan petung akan dilakukan di DIY. Sementara itu untuk bambu petung, kebun konservasi sudah dibangun di luar wilayah DIY tepatnya Bondowoso, Jawa Timur.

(Amelia Hapsari/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *