Kuartal III, Realisasi Investasi Naik Jadi Rp 155,3 Triliun

by
Foto: bajajcapital

Foto: bajajcapital

JAKARTA, kecirit.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada periode kuartal ketiga tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 10,7% atau mencapai Rp155,3 triliun. Kenaikan investasi terjadi pada penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, M Azhar Lubis memaparkan realisasi investasi yang sebesar Rp155,3 triliun ini terdiri dari realisasi investasi PMA sebesar Rp99,7 triliun dan PMDN sebesar Rp55,6 triliun.

“Kalau kita lihat, ini naik secara year on year basis (dibanding periode yang sama tahun lalu) adalah 10,7%. Untuk PMDN ini naik 16,3% dan PMA naik 7,8% (tahun ke tahun/YoY),” kata Azhar.

Dia menambahkan realisasi investasi secara kumulatif (Januari-September) 2016 atau selama sembilan bulan terakhir mencapai Rp453,4 triliun atau 76,4% dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp594,8 triliun. Dimana secara kumulatif terjadi kenaikan investasi 13,4%, yang terdiri dari PMDN naik 18,8% dan PMA 10,6%.

Azhar memaparkan realisasi investasi di kuartal III di Pulau Jawa sebesar Rp87,5 triliun atau 56,4% dan realisasi investasi di Luar Jawa sebesar Rp67,7 triliun atau 43,6%. Secara kumulatif, realisasi investasi di Jawa sebesar Rp250,3 triliun atau 55,2% dan Luar Jawa sebesar Rp203 triliun atau 44%.

“Kalau berdasarkan sektornya, di kuartal ketiga ini untuk PMDN yang mendominasi adalah investasi transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp12 triliun atau 21,6%, lalu Kimia dan Farmasi Rp8,1 triliun atau 14,7%. Sedangkan PMA tertinggi di sektor industri logam, mesin dan elektronik 1,1 miliar dolar AS atau 16,2%, lalu kedua adalah sektor kimia dan farmasi 0,8 miliar dolar AS atau 10,8%,” ujarnya.

Azhar menambahkan, untuk realisasi investasi secara kumulatif Januari hingga September tahun ini, baik PMA dan PMDN yang paling banyak diminati adalah industri logam mesin dan elektronik, kemudian diurutan kedua adalah investasi sektor Kimia dan Farmasi, lalu sektor Makanan, Properti dan Real Estate, dan investasi sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi.

“Kita semakin optimis bahwa kegiatan investasi diwaktu yang akan datang meningkat. Kemarin sudah diumumkan tingkat kemudahan berusaha di Indonesia ke 91 oleh World Bank dari sebelumnya 106. Pemerintah tetap melakukan dan melanjutkan upaya-upaya deregulasi baik pusat dan daerah serta menghapus pungli. Itu sangat diapresiasi dunia usaha,” jelas Azhar.

(Kartika Runiasari/ CN33/ SM Network)