Komnas Perlindungan Anak: Persekusi di Indonesia Lebih Menakutkan

by

kecirit.com – Komnas Perlindungan Anak: Persekusi di Indonesia Lebih Menakutkan

kecirit.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, aksi persekusi terjadi di Indonesia lebih menakutkan dari negara lainnya. Sebab, persekusi umumnya terjadi pada negara berkonflik dan bukan negara damai seperti Indonesia.

“Di Indonesia malah jadi kesewenang-wenangan dalam persekusi, ini lebih menakutkan dari negara lain yang situasinya dalam kondisi perang kacau, karena di sana ada perbedaan pandangan politik, dan tidak seperti di Indonesia yang damai,” kata Arist saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
Komnas Anak kini sudah bergerak dan mengimbau menghentikan aksi persekusi dgn mengajak seluruh elemen untuk berhenti menanamkan nilai radikalisme dan kebencian.

“Ini menurut kami penting, di sekolah, di rumah, di lingkungan yang terindikasi ada penanaman nilai radikalisme, kami minta untuk tidak mengajarkan pandangan tersebut pada anak,” minta Arist.

Arist mengakui, data persekusi terhadap anak yang diadukan pada instansinya memang belum banyak. Namun demikian, pihaknya tidak melihat hal tersebut dari jumlah.

“Karena yang terpenting bukan jumlah aduan yang masuk, tapi praktik persekusi terhadap anak sudah ada. Data terakhir masuk ke kami adalah yang menyerang suatu etnis. Nah, ini menurut kami sebagai pertanda akan adanya potensi menyerang etnis lain, kami harus beri perhatian pada hal ini,” Arist menandaskan.

Baca juga “Menteri Yohana: 24 Juta Perempuan Alami Kekerasan Selama 2016″

kecirit.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengungkapkan perempuan yang menjadi korban kekerasan sepanjang 2016 mencapai 24 juta jiwa. Data ini belum termasuk dengan jumlah kekerasan yang dialami pada anak.

“Data di kementerian kami untuk kekerasan pada perempuan ada 24 juta jiwa selama 2016 tersebar di seluruh Indonesia. Untuk kekerasan pada anak, kami masih bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk datanya,” kata dia di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2016).
Menyinggung aksi persekusi yang mulai marak, hingga saat ini Kementerian PPPA mengaku belum mendapat data terkait hal tersebut. Namun demikian, Menteri Yohana meminta mereka yang mengalami intimidasi agar bisa melapor ke kementeriannya.

“Persekusi sendiri kami belum mendapatkan datanya, sedang dalam proses. Tapi kami imbau mau siapa pun korbannya, anak-anak dan perempuan yang mendapat diskriminasi, eksploitasi dalam perlakuan persekusi untuk melaporkan ke Kementerian kami,” jelas dia.

Terakhir, Menteri Yohana mengharapkan semua media agar tidak mempublikasikan korban kekerasan, baik perempuan maupun anak, karena akan mempengaruhi mental.
“Ya saya harap ini sesuai dengan prinsip, tidak boleh diekspos di publik apalagi mukanya tidak boleh (diperlihatkan), saya lihat kita sudah melanggar prinsip-prinsip itu, jadi kami akan dampingi terus untuk menangani jiwa dan mentalnya,” tegas Menteri Yohana.

kecirit.com

The post Komnas Perlindungan Anak: Persekusi di Indonesia Lebih Menakutkan appeared first on .

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *